ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BNN Sita 683,8 Kg Narkoba, Masalah Ekonomi Jadi Motif Utama

Selasa, 24 Juni 2025 | 05:00 WIB
JG
DM
Penulis: Juan Ardya Guardiola | Editor: DM
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Marthinus Hukom menyebutkan, akar permasalahan dari banyaknya kasus ini adalah kesulitan ekonomi yang dialami para pelaku.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Marthinus Hukom menyebutkan, akar permasalahan dari banyaknya kasus ini adalah kesulitan ekonomi yang dialami para pelaku. (Beritasatu.com/Juan Ardya Guardiola)

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan berhasil membongkar 172 Laporan Kasus Narkotika (LKN) dan menyita 683,8 kilogram narkoba dari berbagai wilayah di Indonesia. Hal itu didapat dalam operasi besar-besaran yang dilakukan antara April hingga Juni 2025,

Kepala BNN Komjen Pol Marthinus Hukom menyebutkan, akar permasalahan dari banyaknya kasus ini adalah kesulitan ekonomi yang dialami para pelaku. “Ada hal-hal yang membuat manusia menjadi irasional. Contohnya, kesusahan ekonomi dan kebutuhan mendesak,” ujar Marthinus di Kantor Pusat Bea Cukai, Jakarta Timur, Senin (23/6/2025).

Menurut Marthinus, meskipun sanksi hukum terhadap pengedar narkoba sangat berat, termasuk hukuman mati, masih banyak orang yang rela mengambil risiko karena iming-iming uang besar.

ADVERTISEMENT

Banyak dari para tersangka adalah pekerja dengan penghasilan pas-pasan atau sesuai upah minimum. Namun, ketika kebutuhan hidup melebihi penghasilan dan ada tawaran uang cepat, mereka tergoda menjadi bagian dari jaringan narkotika.

“Ketika konsumsi melampaui penghasilan, lalu diiming-imingi, mereka tergoda. Ini membuat mereka memilih jalan pintas yang berbahaya,” jelasnya.

Marthinus menambahkan, temuan ini bukan hanya dijadikan catatan statistik semata, tetapi juga sebagai basis analisis kebijakan pencegahan. BNN akan terus mengedukasi masyarakat agar tidak tergoda memilih keputusan yang irasional meski berada dalam kondisi ekonomi sulit.

“Kami ingin cegah lebih awal karena masalahnya bukan hanya hukum, tetapi pilihan hidup. Masyarakat harus sadar bahwa narkotika hanya akan membawa kehancuran,” ujarnya.

BNN juga mengimbau masyarakat untuk ikut serta dalam memerangi narkoba, baik dengan melaporkan aktivitas mencurigakan maupun dengan memperkuat ketahanan keluarga dari pengaruh narkotika.

Dengan total 683,8 kilogram narkoba disita, BNN berharap operasi ini bisa menjadi peringatan keras bagi para pelaku dan sindikat. Selain itu juga, sekaligus momen refleksi pencegahan sosial dan ekonomi harus menjadi bagian penting dalam memerangi kejahatan narkotika.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Dokter Ingatkan Vape Tetap Berisiko seperti Rokok Konvensional

Dokter Ingatkan Vape Tetap Berisiko seperti Rokok Konvensional

LIFESTYLE
DPR Buka Opsi Larangan Vape lewat RUU Narkotika

DPR Buka Opsi Larangan Vape lewat RUU Narkotika

NASIONAL
BNN Temukan Sabu dan Obat Bius dalam Vape dari Uji 341 Sampel

BNN Temukan Sabu dan Obat Bius dalam Vape dari Uji 341 Sampel

NASIONAL
Wacanakan Larangan Vape, BNN Temukan Kandungan Sabu dan Obat Bius

Wacanakan Larangan Vape, BNN Temukan Kandungan Sabu dan Obat Bius

NASIONAL
Selamatkan 147.000 Jiwa, BNN Musnahkan 34,21 Kg Narkotika

Selamatkan 147.000 Jiwa, BNN Musnahkan 34,21 Kg Narkotika

NASIONAL
BNN Temukan Laboratorium Narkoba di Bali, 2 WN Rusia Ditangkap

BNN Temukan Laboratorium Narkoba di Bali, 2 WN Rusia Ditangkap

BALI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon