Fenomena Bendera One Piece, PDIP: Kritik yang Perlu Diterima
Jumat, 1 Agustus 2025 | 05:49 WIB
Bali, Beritasatu.com - Menjelang peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-80 RI pada 17 Agustus 2025, publik dikejutkan dengan munculnya fenomena pengibaran bendera One Piece di sejumlah daerah.
Bendera hitam bergambar tengkorak ala bajak laut dari anime Jepang itu tampak berkibar di berbagai titik, sehingga memancing rasa penasaran dan perbincangan warganet.
Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Deddy Yevri Sitorus menilai fenomena ini sebagai pesan simbolik dari masyarakat. Menurutnya, pengibaran bendera tersebut bisa dimaknai sebagai bentuk kritik terhadap situasi sosial dan politik saat ini.
“Saya kira itu harus diterima sebagai kritik dari masyarakat di alam demokrasi,” ujar Deddy kepada wartawan di Badung, Bali, Kamis (31/7/2025).
Deddy menegaskan, pengibaran bendera One Piece bukanlah tindakan negatif atau kriminal. Sebaliknya, hal itu masih berada dalam ranah kebebasan berekspresi yang dijamin di negara demokrasi.
Ia pun mempersilakan masyarakat mengibarkan bendera selama tidak ditempatkan lebih tinggi daripada bendera Merah Putih. Menurutnya, aksi simbolik ini jauh lebih baik daripada melakukan unjuk rasa yang berpotensi berujung anarkistis.
“Itu saya kira baik kalau hanya dengan simbol-simbol seperti itu,” pungkas Deddy Sitorus.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




