Airlangga: Try Sutrisno Adalah Penjaga Persatuan di Era Paling Kritis
Senin, 2 Maret 2026 | 10:50 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Try Sutrisno yang menghembuskan napas terakhirnya Senin (2/3/2026) ini. Airlangga menyoroti peran strategis almarhum saat menjabat sebagai Wakil Presiden pada periode 1993–1998, sebuah masa yang ia sebut sebagai periode paling kritikal dalam sejarah politik dan ekonomi Indonesia.
Menurut Airlangga, kepemimpinan Try Sutrisno di masa transisi tersebut sangat krusial, terutama dalam menyeimbangkan isu pembangunan nasional dan dinamika internal militer.
"Beliau sangat fokus pada masalah kebangsaan, pembangunan, dan juga implementasi dwifungsi ABRI pada waktu itu," kata Airlangga.
Airlangga juga mengagumi pembawaan almarhum yang tetap tenang meski berada di tengah tekanan politik yang hebat. Karakter "tenang namun tegas" inilah yang membuat Try Sutrisno tetap didengarkan oleh lintas generasi bahkan setelah ia tidak lagi menjabat secara formal di pemerintahan. Beliau kerap menjadi rujukan bagi para pejabat muda yang membutuhkan nasihat strategis.
Hingga akhir hayatnya, kepedulian Try Sutrisno terhadap persatuan bangsa tidak pernah pudar. Airlangga menyebut almarhum sering memberikan masukan terkait revisi atau penguatan nilai-nilai konstitusi agar Indonesia tidak terpecah belah. Terkait rencana kehadiran Presiden di rumah duka, Airlangga menyatakan bahwa pihak istana terus memonitor agenda tersebut sebagai bentuk penghormatan negara kepada sang putra terbaik bangsa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Kasus Campak Merebak, 6 Daerah di Sulawesi Tengah Ditetapkan KLB




