ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ketua DPD RI Dorong BPOM Lakukan Uji Klinis Vaksin untuk Batita

Jumat, 26 Maret 2021 | 18:46 WIB
B
JS
Penulis: BeritaSatu | Editor: JNS
Ketua DPD RI bersama anak-anak Bukit Wairinding, Sumba Timur, NTT, Selasa, 23 Maret 2021.
Ketua DPD RI bersama anak-anak Bukit Wairinding, Sumba Timur, NTT, Selasa, 23 Maret 2021. (Dok. DPD RI)

Surabaya, Beritasatu.com - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI La Nyalla Mahmud Mattalitti mendorong Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk melakukan uji klinis penggunaan vaksin Covid-19 untuk bayi di bawah usia tiga tahun (batita). Sebab, berdasarkan informasi yang diterimanya, belum ada hasil uji klinis dari vaksin tersebut.

"Anak-anak adalah subyek yang cukup rentan dengan sistem imunitas dan kekebalan tubuh yang belum stabil. Sehingga pemberian vaksin untuk anak-anak adalah suatu keniscayaan. Tetapi juga harus diperhatikan melalui uji klinis agar vaksin aman setelah menginjak usia dewasa nanti," kata La Nyalla dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/3/2021).

La Nyalla mendorong agar pemerintah memiliki keberanian untuk melakukan uji klinis. Sebab, fasilitas yang ada serta SDM yang dimiliki cukup mumpuni untuk melakukan hal tersebut.

"Jika tidak dimulai, kita tidak akan berani melakukan uji klinis. Padahal di luar negeri Pfizer melakukan uji klinis vaksin untuk anak-anak 11 tahun ke bawah. BioNTech juga uji klinis untuk kelompok anak 12 hingga 15 tahun. Sedangkan Astrazeneca untuk anak yang lebih kecil dari itu," paparnya.

ADVERTISEMENT

La Nyalla melanjutkan, uji klinis sangat penting untuk batita, mengingat kita memiliki populasi anak-anak yang sangat besar.

"Setiap tahun 4,8 juta anak lahir. Tentu anak-anak ini harus dilindungi dari bahaya Covid-19," tegas La Nyalla.

Sebelumnya, Juru Bicara vaksinasi Covid-19 dari BPOM Lucia Rizka Andalusia membuka opsi untuk melakukan uji klinik penggunaan vaksin kepada batita. Menurut Rizka, hingga saat ini, belum ada hasil uji klinis yang dapat memastikan bahwa vaksin aman digunakan bagi batita. Penelitian terakhir terhadap batita baru sampai fase dua. Namun, belum ada hasil.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon