Nama Azis Syamsuddin dan Fahri Hamzah Mencuat dalam Sidang Suap Benur
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Nama Azis Syamsuddin dan Fahri Hamzah Mencuat dalam Sidang Suap Benur

Rabu, 16 Juni 2021 | 10:24 WIB
Oleh : Fana F Suparman / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Nama Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dan mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mencuat dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap izin ekspor benih bening lobster atau benur dengan terdakwa mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Kedua nama itu mencuat saat jaksa penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menampilkan barang bukti elektronik berupa percakapan Whatsapp dari ponsel milik Safri, staf khusus Edhy Prabowo yang disita oleh penyidik KPK saat proses penangkapan.

"Terkait barang bukti dari HP saudara saksi. Apa benar saudara saksi HP-nya disita penyidik KPK?" tanya Jaksa KPK kepada Safri dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (15/6/2021) malam.

Menjawab pertanyaan jaksa, Safri yang duduk di kursi saksi membenarkan ponselnya disita penyidik KPK.
"Betul," jawab Safri.

Jaksa KPK kemudian menanyakan foto profil Whatsapp (WA) Safri di ponsel miliknya. Jaksa juga memperlihatkan profil WA milik Edhy Prabowo di ponsel milik Safri tersebut. Safri membenarkan profil WA miliknya dan Edhy Prabowo.

Majelis Hakim yang turut melihat isi WA milik Safri kemudian menanyakan adanya nama Azis Syamsuddin di ponsel milik Safri.

"Itu ada apa itu Azis Syamsuddin itu. Siapa itu? Baru muncul itu berarti," tanya Hakim.

Jaksa KPK kemudian menjelaskan isi percakapan Safri dengan Edhy Prabowo yang menggunakan inisial nama BEP di ponsel milik Safri.

"Oke. Ini ada WA dari BEP. Benar, saudara saksi BEP ini pak Edhy Prabowo?" tanya jaksa.

Safri pun menjawab "Iya".

Percakapan
Jaksa pun membongkar isi percakapan antara Safri dan mantan bosnya tersebut. Salah satunya, berawal dari pesan WA Edhy kepada Safri.

"Saf, ini orangnya Pak Azis Syamsuddin Wakil Ketua DPR mau ikut budidaya lobster?" jaksa menirukan isi percakapan.

"Saudara jawab oke bang. Apa maksud saudara saksi menjawab oke bang?" tanya jaksa.

Safri yang merupakan Wakil Ketua Tim Uji Tuntas (Due Diligence) perizinan usaha perikanan budidaya lobster menjawab hanya menjalankan perintah.

"Maksudnya perintah beliau saya jalankan kalau untuk membantu secara umum, ya," jawab Safri

Jaksa pun mengonfirmasi adanya perintah dari Edhy Prabowo. "Iya," jawab Safri.

Majelis Hakim kemudian menanyakan Safri, mengenai pengetahuannya soal perusahaan yang akan digunakan Azis Syamsudsin dalam budidaya lobster.

"Apa yang dimaksud Safri ini. Nanti dulu sampai Syamsuddin dulu. Wakil Ketua DPR mau ikutan budidaya lobster. Saksi bisa dijelaskan PT apa yang berkaitan dengan nama itu?" tanya majels hakim.

Perusahaan
Menjawab pertanyaan majelis hakim, Safri mengaku tidak mengingat perusahaan yang dipakai oleh Azis tersebut. "Saya tidak ingat," jawab Safri.

Kemudian, jaksa KPK kembali melanjutkan dengan memperlihatkan isi percakapan pada 16 Mei. Saat itu percakapan diawali oleh Edhy Prabowo kepada Safri terkait dengan nama Fahri Hamzah.

"Saf, ini tim pak Fahri Hamzah mau jalan lobster. Langsung hubungi dan undang presentasi," isi percakapan itu.

Kemudian Safri membalas isi percakapan tersebut "Oke bang". Jaksa KPK pun kembali mempertegas apa benar isi percakapan ini. "Benar itu," tanya jaksa kepada Safri
"Betul," jawabnya.

Namun, Safri kembali mengaku tak ingat perusahaan yang digunakan Fahri Hamzah dalam mengikuti izin budidaya lobster.

"Berarti memang ada perintah dari Edhy? Saudara saksi masih ingat nama perusahaannya?" tanya jaksa.

"Saya tidak tahu, tetapi saya hanya koordinasi dengan saudara Andreau," jawab Safri.

Salah satu tim penasihat hukum Edhy Prabowo, menyampaikan keberatannya atas pertanyaan yang terus dicecar jaksa kepada Safri mengenai perusahaan yang dipakai kedua orang tersebut.

"Yang Mulia, jika diperkenankan karena saksi ini beberapa kali ditanya nama PT-nya tidak pernah mengetahui. Saya pikir ini kan persoalan etika juga harus dijunjung, Yang Mulia," kata tim kuasa hukum Edhy Prabowo.

Mendengar permohonan kuasa hukum Edhy, majelis hakim menjelaskan apa yang disampaikan jaksa KPK maupun saksi ini berasal dari sebuah barang bukti dalam perkara tersebut.

"Itu kan bagian dari barang bukti. Dia kan menjawab apa adanya, tidak tahu. PT-nya apa, tidak tahu. Ya sudah itu. Itu kan terkait dengan barang bukti elektronik. UU ITE mengakui itu sebagai alat bukti. Lanjut," jawab majelis hakim.

Pemulusan
Diketahui, jaksa KPK mendakwa Edhy menerima US$ 77.000 dan Rp 24,6 miliar terkait pemulusan proses persetujuan pemberian izin budidaya lobster dan izin ekspor benih bening lobster (BBL) atau benur kepada PT Dua Putera Perkasa Pratama (PT DPPP) dan perusahaan-perusahaan eksportir benur.

Edhy Prabowo menerima US$ 77.000 dari pemilik PT DPPP Suharjito. Edhy menerima uang tersebut melalui Amiril Mukminin selaku sekretaris pribadinya, dan Safri yang merupakan Staf Khusus Menteri dan Wakil Ketua Tim Uji Tuntas Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster.

Pemberian uang tersebut dilakukan pada 16 Juni 2020 di di Kantor KKP Gedung Mina Bahari IV Lantai 16. Uang diberikan Suharjito kepada Safri sambil mengatakan 'ini titipan buat Menteri'. Selanjutnya Safri menyerahkan uang tersebut kepada Edhy Prabowo melalui Akiril Mukminin.
Sementara uang sebesar Rp 24,6 miliar diterima Edhy dari para eksportir benur lainnya.

Namun, jaksa tak menyebut siapa saja eksportir tersebut. Jaksa hanya menyebut uang itu diterima Edhy melalui Amiril Mukminin, Ainul Faqih selaku staf pribadi Iis Rosita Dewi (anggota DPR sekaligus istri Edhy Prabowo), Andreau Misanta Pribadi selaku Staf Khusus Menteri dan Ketua Tim Uji Tuntas Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster, dan Siswandhi Pranotoe Loe selaku Komisaris PT Perishable Logistic Indonesia (PT PLI) dan pemilik PT Aero Citra Kargo (PT ACK).



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ratusan Orang Kabur Saat Akan Tes Antigen di Suramadu, KTP Ditinggal di Posko Penyekatan

577 orang tersebut meliputi 504 warga luar kota dan 73 lainnya warga Surabaya.

NASIONAL | 16 Juni 2021

Kebijakan Work from Bali Patut Diapresiasi

Kebijakan Work from Bali disambut baik oleh pelaku usaha perhotelan dan kalangan pengusaha di Bali yang yakin program ini akan efektif membangkitkan pariwisata

NASIONAL | 16 Juni 2021

Guru Tidak Wajib Tuntaskan Kurikulum Selama Pembelajaran Tatap Muka

Kemdikbudristek menegaskan guru tidak wajib menuntaskan kurikulum selama menjalankan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

NASIONAL | 16 Juni 2021

Pengamat Kritisi Lelang Aset Kasus Jiwasraya dan Asabri

Pengamat mengkritisi langkah Kejaksaan Agung (Kejagung) melelang aset perkara dugaan korupsi PT Asabri dan PT Asuransi Jiwasraya.

NASIONAL | 15 Juni 2021

Setahun 14 Ton Sabu Beredar di Indonesia, Peran Pemuda Dinilai Penting Perangi Narkoba

Narkotika jenis sabu yang beredar di Indonesia rata-rata berjumlah 14 ton per tahun. Peran pemuda sangat penting untuk memerangi narkoba.

NASIONAL | 15 Juni 2021

KPK Apresiasi Meningkatnya Indeks Perilaku Antikorupsi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi meningkatnya indeks perilaku antikorupsi (IPAK).

NASIONAL | 15 Juni 2021

Kasus Data BPJS Bocor, Polri Temukan Profil Pelaku

Penyidik telah memeriksa secara online cryptocurrency yang diduga itu milik pelaku.

NASIONAL | 15 Juni 2021

Yulian Warman: Keterbatasan Bukan Halangan untuk Meraih Kehidupan yang Mandiri

Grup Astra telah membina lebih dari 861 penyandang disabilitas, dan telah memberikan kesempatan magang dan bekerja kepada 216 disabilitas di seluruh Indonesia.

NASIONAL | 15 Juni 2021

Didukung, Langkah Kemhan Susun Penguatan Alpalhankam

Ekonom Piter Abdullah mendukung langkah Kementerian Pertahanan (Kemhan) yang berencana memodernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam).

NASIONAL | 15 Juni 2021

Bincang dengan Nadiem, Jokowi Soroti Progam Kampus Merdeka

Program Kampus Merdeka merupakan jawabannya bagi kebutuhan untuk mendorong pemberdayaan mahasiswa untuk dapat beradaptasi dengan situasi dan mengambil kendali.

NASIONAL | 15 Juni 2021


TAG POPULER

# Ahmad Riza Patria


# Vaksin Pfizer


# Vaksin Nusantara


# Greysia Polii


# Lion Air



TERKINI

Jumlah Pasien Turun, Tempat Tidur di RS Atlet Hanya Terpakai 32%

KESEHATAN | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS