Survei SMRC: 40,2% Publik Ingin Jokowi Maju Lagi pada Pilpres 2024
Minggu, 20 Juni 2021 | 16:22 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Survei nasional yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyatakan mayoritas warga Indonesia tidak setuju Presiden Joko Widodo (Jokowi) maju kembali dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Peneliti sekaligus Direktur Komunikasi SMRC Ade Armando mengatakan sekitar 52,9% warga menyatakan tidak setuju Jokowi maju kembali dalam Pilpres 2024. Sementara, warga yang setuju ada 40,2%.
"Memang dukungan terhadap gagasan untuk mencalonkan Jokowi kembali sebagai presiden nampak cukup tinggi, yakni sekitar 40%," kata Ade Armando dalam webinar peluncuran hasil survei nasional SMRC bertajuk "Sikap Publik Nasional terhadap Amandemen Presidensialisme dan DPD" yang dilakukan secara daring, Minggu (20/6/2021).
Namun, lanjut Ade, tetap persentase itu lebih rendah secara signifikan dibandingkan mereka yang menganggap Jokowi cukup menjabat dua kali yang mencapai 53%. Apalagi, tambah Ade, 74% warga menyatakan tidak perlu ada perubahan dalam pembatasan masa jabatan presiden.
"Ini berarti ada cukup banyak warga yang menyatakan mendukung pencalonan kembali Jokowi sebenarnya menganggap pencalonan kembali tersebut tidak sejalan dengan ketetapan UUD. Dan mayoritas warga tersebut percaya bahwa UUD 1945 tidak perlu diubah untuk alasan apa pun," terang Ade Armando.
Tidak hanya itu, survei SMRC juga menunjukkan mayoritas warga berpendidikan tinggi menolak gagasan pencalonan kembali Jokowi dalam Pilpres 2024. Sekitar 75% warga berpendidikan tinggi dari perguruan tinggi menolak pencalonan tersebut, dan hanya 20% yang mendukung.
"Terdapat perbedaan pandangan antar kelompok latar belakang pendidikan, penghasilan dan agama berbeda dalam hal dukungan dan penolakan terhadap gagasan tersebut," ujar Ade Armando.
Dilihat dari latar belakang pendidikan, terdapat 75% warga dengan tingkat pendidikan perguruan tinggi yang menolak pencalonan kembali Jokowi sebagai capres 2024, sementara hanya 45% warga berpendidikan SD yang juga menolak gagasan tersebut.
Kemudian, dilihat dari tingkat penghasilan, terdapat 62% warga dengan penghasilan di atas Rp 2 juta per bulan yang menolak gagasan pencalonan kembali Jokowi, sementara hanya 43% warga berpenghasilan di bawah Rp 1 juta per bulan yang juga menolak gagasan tersebut.
Di sisi lain, perbedaan juga terlihat dalam hal kelompok agama. Di kalangan warga beragama Islam, 59% menolak pencalonan kembali Jokowi, sementara yang mendukung hanya 35%. Sebaliknya di kalangan warga beragama non-Islam, 76% menyatakan mendukung pencalonan kembali Jokowi, sementara yang menolak 13%.
Seperti diketahui, survei nasional SMRC tersebut dilakukan pada 21-28 Mei 2021. Penelitian melalui wawancara tatap muka ini melibatkan 1.072 responden yang dipilih melalui metode penarikan sampel random bertingkat (multistage random sampling). Margin of error penelitian sekitar 3,05%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




