ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

PKS: Perbanyak Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Jumat, 2 Juli 2021 | 17:10 WIB
MS
WM
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: WM
Anggota Komisi IX DPR, Kurniasih Mufidayati.
Anggota Komisi IX DPR, Kurniasih Mufidayati. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi IX DPR dari PKS, Kurniasih Mufidayati menyatakan, fraksinya meminta pemerintah pusat dan daerah memperbanyak tempat-tempat perawatan bagi pasien Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan untuk melakukan isolasi.

Sebab dengan kondisi penularan tinggi saat ini, banyak masyarakat yang sulit melakukan isolasi mandiri di rumah. Banyak yang kondisi rumahnya tidak memungkinkan.

"Sudah banyak kasus isolasi mandiri yang justru menyebabkan penularan ke anggota keluarga lain. Bahkan ada yang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri di rumah, karena kurangnya pemantauan dan penanganan situasi darurat. Karenanya perlu pengawasan melekat di lapangan," kata perempuan yang akrab disapa Mufida itu, Jumat (2/7/2021).

Selain itu, pihaknya menilai, pemerintah perlu meningkatkan kapasitas tempat perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit (RS).

ADVERTISEMENT

Langkah ini dilakukan dengan mempersiapkan rumah sakit lapangan atau tenda-tenda perawatan di areal RS. Serta mendorong lebih banyak keterlibatan RS Swasta dalam penanganan pasien Covid-19.

"Tentu saja ini harus dibarengi dengan komitmen pemerintah untuk segera menyelesaikan tunggakan tagihan RS dalam penanganan Covid-19," imbuhnya.

Pihaknya juga mendorong peningkatan testing secara masif yang diikuti dengan tracing. Hal ini akan menjadi salah satu kunci untuk bisa lebih mengendalikan penularan seperti yang dilakukan India.

Oleh karena itu dirinya mendesak pemerintah pusat untuk melakukan peningkatan testing dan tracing yang diikuti dengan peningkatan kecepatan keluarnya hasil tes PCR.

"Selama ini lambatnya keluar hasil tes swab PCR menjadi salah satu masalah yang menghambat. Apalagi swab PCR yang dilakukan oleh fasilitas kesehatan pemerintah yang memerlukan waktu berhari-hari untuk keluar, sehingga upaya tracing juga menemui kendala," pungkas dia.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon