ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kematian Wartawan Ardiansyah Harus Diusut Tuntas

Sabtu, 21 Agustus 2010 | 19:00 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Ilustrasi
Ilustrasi (Istimewa)

Aliansi Jurnalis Independen mendesak polisi melakukan investigasi, karena Matrais diduga dibunuh.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menyampaikan kemarahan dan kesedihan mendalam atas tewasnya Ardiansyah Qomar Wibisono Matrais, wartawan TV lokal Merauke, Papua.
 
Dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, AJI menyatakan, pembunuhan terhadap wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik merupakan kejahatan serius. AJI karena itu meminta aparat kepolisian mengusut kasus pembunuhan Ardiansyah hingga tuntas, menangkap dan mengadili pelakunya.
 
Ardiansyah dilaporkan hilang oleh keluarganya 28 Juli 2010, dan ditemukan tewas di Sungai Maro pada 29 Juli 2010.
 
Kepolisian Resort Merauke, Papua, sebelumnya membantah kematian Ardiansyah akibat dibunuh seperti yang pernah diberitakan media. Menurut Kapolres Merauke, AKBP Djoko Prihadi Ardianysah tewas karena diduga bunuh diri di Kali Maro, Jembatan Tujuh Wali-Wali, Merauke.

Namun Markas Besar Kepolisian RI kemudian menyatakan, hasil otopsi polisi menunjukkan indikasi, Ardiansyah meninggal akibat penganiayaan.
 
Kesimpulan awal Mabes Polri tersebut serupa dengan hasil investigasi awal tim AJI Jayapura dan AJI Indonesia yang mengumpulkan bukti-bukti kematian Ardiansyah di lapangan.
 
Temuan AJI menunjukkan, wajah korban membengkak dengan gigi rompal, dan di leher terdapat bekas jeratan. Di sebagian tubuh korban juga ditemukan bekas pukulan benda tumpul.

AJI  menemukan, korban menerima SMS ancaman pembunuhan dari pihak tak dikenal. Pesan singkat serupa juga diterima sejumlah wartawan di Merauke beberapa hari sebelum kematian Ardianyah.
 
Kekerasan Meningkat
Matrais, kelahiran 20 April 1981, sebelum menjadi jurnalis, pernah bekerja sebagai konsultan listrik di Merauke. Karirnya sebagai jurnalis dimulai di mingguan Papua Fokus, kemudian di ANTV , Top TV Papua dan tabloid Jujur Bicara.
 
Kematiannya, melengkapi sejumlah kematian para jurnalis Indonesia yang menjalankan tugasnya pada tahun ini. Hari ini, Ridwan Salamun, jurnalis SUN TV Jakarta, di Tual, Maluku Tenggara tewas dikeroyok saat meliput tawuran warga. Tahun lalu wartawan Radar Bali Anak Agung Narendra Prabangsa juga dibunuh karena aktivitas jurnalistiknya.
 
Kasus kematian jurnalis yang hingga kini belum terungkap adalah tewasnya Fuad Muhamad Safrudin alias Udin. Wartawan Bernas, Yogyakarta, itu tewas 16 Agustus 1996 dibunuh sejumlah orang tak dikenal dan polisi hingga kini belum mampu mengungkap pelakunya.
 
AJI mencatat, selama setahun terakhir, jumlah kekerasan terhadap jurnalis mencapai 40 kasus. Jumlah ini lebih banyak dari tahun sebelumnya, 38 kasus. 
 
Kekerasan itu antara lain berupa penganiayaan, intimidasi, pelarangan liputan dan sensor, tekanan melalui krimininalisasi dan perampasan alat kerja, yang dilakukan warga, organisasi kemasyarakatan, aparat kepolisian dan pemerintah, politisi, mahasiswa dan sebagainya.
 
Selain mengutuk pelaku pembunuhan Matrialis, mengajak komunitas pers  agar memantau penanganan kasus Ardiansyah, dan mendukung upaya investigasi oleh aparat kepolisian di Papua dan di Mabes Polri.
 
Selain itu, AJI juga mengajak para jurnalis meningkatkan standar etika-rofesionalisme di lapangan.


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

AJI Kecam Kekerasan terhadap Jurnalis Saat Liput Demo 25-30 Agustus

AJI Kecam Kekerasan terhadap Jurnalis Saat Liput Demo 25-30 Agustus

NASIONAL
Stop Bayar Influencer, AJI Desak Pemerintah Selamatkan Media

Stop Bayar Influencer, AJI Desak Pemerintah Selamatkan Media

NASIONAL
AJI: Pemerintah Perlu Komunikasi dengan Media untuk Tekan PHK Jurnalis

AJI: Pemerintah Perlu Komunikasi dengan Media untuk Tekan PHK Jurnalis

NASIONAL
AJI Soroti Kesejahteraan Jurnalis di Tengah Gelombang PHK Media

AJI Soroti Kesejahteraan Jurnalis di Tengah Gelombang PHK Media

NASIONAL
AJI Kritik Bebasnya Kreator Konten, Pers Kena Dampak PHK

AJI Kritik Bebasnya Kreator Konten, Pers Kena Dampak PHK

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT