Waspada, Lonjakan Kasus Covid-19 Harian Hampir 2 Kali Lipat
Rabu, 13 Juli 2022 | 11:07 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pakar kesehatan menyoroti lonjakan kasus positif Covid-19 harian yang meningkat hampir dua kali lipat, tepatnya 1,99. Sementara jumlah pemeriksaan hanya naik 1,37 kali lipat.
Direktur Pascasarjana Universitas Yarsi, yang juga guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan, banyak yang berkomentar tentang kasus baru Covid-19 pada 12 Juli kemarin yang jumlahnya 3.361. Ini tertinggi sejak April 2022.
"Tetapi sebenarnya ada angka lain yang perlu diperhatikan dan diwaspadai. Pada 11 Juli 2022 terdapat 71.095 spesimen yang diperiksa, dan yang positif adalah 1.681 orang. Lalu, satu hari sesudahnya, yaitu kemarin 12 Juli, ada 97.935 spesimen yang diperiksa, dan yang positif adalah 3.361 orang," kata dia dalam keterangannya, Rabu (13/7/2022).
Peningkatan yang hampir dua kali lipat dan jumlah pemeriksaan hanya naik 1,37 kali lipat, menjadikan situasi lebih serius dan jelas harus waspada.
Masyarakat perlu memperketat protokol kesehatan (prokes), yakni selalu memakai masker dan jangan lengah. Juga vaksinasi harus didapatkan, baik dosis kedua dan juga dosis ketiga atau booster.
Hanya dengan memperketat protokol kesehatan dan mendapatkan vaksin sampai booster, maka dapat melindungi diri secara optimal. Ia pun menyarankan agar hal tersebut segera dilakukan.
"Kemudian ada juga pembicaraan tentang akan berapa jumlah kasus maksimal kita sekarang ini. Pernah disebut angka 20.000 yang nampaknya dihubungkan dengan infeksi subvarian Omicron BA.5 dan BA.4. Sekarang jumlah spesimen per hari masih dibawah 100.000 yang menghasilkan kasus tertinggi 3.000-an seperti kemarin," ungkap mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara itu.
Untuk dapat mendeteksi 20.000, lanjutnya, maka perlu diperiksa jauh lebih banyak spesimen, tidak cukup di bawah 100.000 seperti beberapa bulan terakhir ini dilakukan.
Sebagai ilustrasi, pada 10 Maret 2022 kasus baru di Indonesia adalah 21.311 orang, dan pemeriksaan hari itu adalah 257.959 spesimen. Artinya, jelas jumlah testing sekarang yang masih puluhan ribu harus ditingkatkan, kalau mengikuti prediksi 20.000 kasus baru per hari.
"Kalau angkanya jadi lebih tinggi lagi, mungkin karena ada subvarian lain seperti BA.2.75, maka tentu hanya akan didapat dengan pemeriksaan yang lebih banyak lagi," ujar mantan Dirjen Pengendalian Penyakit serta mantan Kabalitbangkes Kemenkes.
"Peningkatan testing harus diikuti juga dengan tracing yang masif. Hanya dengan cara itu kita dapat mengetahui situasi lapangan yang sebenarnya dan kemudian mengambil langkah pengendalian yang tepat," pungkas Prof Tjandra Yoga.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Politik-Hukum Terkini: Polemik Film hingga Judi Online




