ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Maruarar Sirait: Tak Ada Jalan Pintas Jadi Politisi

Sabtu, 16 Juli 2022 | 14:51 WIB
AP
AO
Penulis: Asni Ovier Dengen Paluin | Editor: AO
Ketua Umum Taruna Merah Putih Maruarar Sirait bersama Menteri Investasi Bahlil Lahadalia serta Komisaris PT Telkom Rizal Malarangeng dalam seminar kepemimpinan nasional bertema
Ketua Umum Taruna Merah Putih Maruarar Sirait bersama Menteri Investasi Bahlil Lahadalia serta Komisaris PT Telkom Rizal Malarangeng dalam seminar kepemimpinan nasional bertema "Pancasila dalam Era Globalisasi demi Menciptakan Pemimpin Indonesia Emas 2045" yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Trisakti, Jakarta, Jumat, 15 Juli 2022. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP) Maruarar Sirait mendorong mahasiswa Trisakti agar menyiapkan diri merebut posisi-posisi strategis di bangsa ini.

Namun, Maruarar Sirait mengingatkan, tidak mudah dan tidak ada jalan pintas untuk bisa menjadi politisi atau pengusaha tangguh.

Hal itu dikatakan Maruarar Sirait dalam seminar kepemimpinan nasional bertema "Pancasila dalam Era Globalisasi Demi Menciptakan Pemimpin dalam Indonesia Emas 2045" yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Trisakti, Jakarta, Jumat (15/7/2022).

Politisi yang akrab disapa Ara itu meminta mahasiswa Trisakti konsisten dengan api perjuangan reformasi yang digelorakan saat ini.

ADVERTISEMENT

"Untuk menjadi pemimpin harus memulai sejak mahasiswa, tentu dengan terlibat dalam banyak kegiatan intra atau ekstra kampus. Selain belajar, aktif organisasi, olah raga, dan dituntut sudah bisa merintis usaha sendiri. Dengan demikian, anda semua akan menjadi pemimpin politik, negarawan, dan pengusaha hebat," ujar Marurar Sirait.

Dikatakan, realitas di lapangan memang masih memungkinkan banyak persaingan yang kurang sehat dan tidak adil, sehingga perlu kerja keras dan kerja cerdas. Semua orang, ujarnya, ingin menjadi top leader tetapi tidak semua bisa sampai di sana.

Sebab, ujar Maruarar Sirait, untuk sampai di sana perlu standar nilai, moral, karakter, mental, ilmu, teori, metode, dan daya juang yang sesuai dengan Pancasila.

"Bicara value, bicara standar perilaku seseorang, apa yang penting dan berguna bagi dirinya. Demikian juga dengan moral, terkait pandangan baik dan buruk yang berlaku dalam masyarakat. Lalu, karakter yakni cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khusus seseorang," ujarnya.

Maruarar Sirait juga mengingatkan mahasiswa untuk mempersiapkan mental yang super tangguh, sehingga bisa memiliki kompetensi yang tinggi. Hal itu seperti yang diajarkan Bung Karno dengan revolusi mental yang menyatakan pemimpin menjadi pelayan bukan yang dilayani.

Menurutnya, pemimpin harus sosok yang mampu menyelesaikan masalah bukan bermasalah. Semangat seperti ini harus berlandaskan nilai-nilai dasar Pancasila.

"Pada saat kalian mempunyai kewenangan itu, jadikanlah itu, jangan melenceng pada saat kalian dalam posisi yang strategis itu. Jangan sampai napas atau energi kalian hanya sampai pada jabatan itu. Sisakan tenaga, energi, dan semangat sesudah sampai di situ untuk menuntaskan harapan dan teriakan-teriakan kalian di luar sistem," ucap Maruarar.

Dia juga meminta mahasiswa membagi energi untuk mau berubah, lebih baik, dan juga revolusi mental. Orang yang baik dan benar memimpin bangsa ini pasti produknya baik, dan aturannya baik. Bila arah politiknya baik, pasti kebijakannya baik.

"Bila negara ini mau bagus, kalau kampus Trisakti mau bagus, dipimpin oleh orang yang bagus, pasti hasilnya bagus. Sebaliknya, kalau dipimpin oleh orang-orang yang tidak bagus, pasti tidak bagus," ujar Maruarar Sirait.

Seminar berjalan dengan dinamis dan atraktif, karena memberi ruang untuk mahasiswa Trisakti melakukan tanya jawab dengan para pemateri.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pemerintah Percepat Renovasi 10.000 Rumah Siswa Sekolah Rakyat

Pemerintah Percepat Renovasi 10.000 Rumah Siswa Sekolah Rakyat

NASIONAL
Pemerintah Targetkan Perbaikan 30.000 Rumah Tak Layak Huni di Jateng

Pemerintah Targetkan Perbaikan 30.000 Rumah Tak Layak Huni di Jateng

JAWA TENGAH
KPR Sejahtera Melesat, Menteri Ara Targetkan 71.000 Rumah Subsidi

KPR Sejahtera Melesat, Menteri Ara Targetkan 71.000 Rumah Subsidi

NASIONAL
Kronologi Sengketa Lahan di Tanah Abang, Hercules vs Negara

Kronologi Sengketa Lahan di Tanah Abang, Hercules vs Negara

JAKARTA
Program Gentingisasi Dorong Industri Plered, 44.000 Genting Dikirim

Program Gentingisasi Dorong Industri Plered, 44.000 Genting Dikirim

EKONOMI
Program Bedah Rumah Rakyat Diperluas hingga 400.000 Unit

Program Bedah Rumah Rakyat Diperluas hingga 400.000 Unit

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon