ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pakar: Parasetamol Tak Sebabkan Gagal Ginjal Akut pada Anak

Kamis, 13 Oktober 2022 | 15:26 WIB
MB
CR
Penulis: Maria Fatima Bona | Editor: CLA
Ada lonjakan kasus gagal ginjal akut misterius pada anak di Indonesia, adakah hubungannya dengan parasetamol seperti di Gambia?
Ada lonjakan kasus gagal ginjal akut misterius pada anak di Indonesia, adakah hubungannya dengan parasetamol seperti di Gambia? (Freepik/Racool_studio)

Jakarta, Beritasatu.com - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merilis hingga 10 Oktober 2022, ada 131 anak yang mengalami gangguan gagal ginjal akut atau acute kidney injury (AKI).

Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Zullies Ikawati, mengatakan, kasus gagal ginjal akut di Indonesia, bukan disebabkan oleh obat parasetamol. Hal ini merespons, kematian puluhan anak di Gambia, Afrika Barat yang diduga akibat mengonsumsi produk obat batuk sirup mengandung parasetamol.

Khusus kasus gangguan gagal ginjal akut di Indonesia, Zullies menuturkan hingga saat ini belum diketahui penyebabnya. Namun, ia memastikan tidak dipicu oleh obat parasetamol. Sebab, Badan Pengawas Obat dan Makan (BPOM) juga telah memastikan, bahwa obat sirup yang mengandung parasetamol di Gambia, Afrika Barat tidak terdaftar di Indonesia. Selain itu, IDAI juga telah memastikan gangguan gagal ginjal akut pada anak Indonesia tidak berkaitan dengan obat-obatan.

"Kasus gagal ginjal di Gambia Afrika Selatan dan Indonesia itu suatu yang berbeda. Kejadian di Gambia itu diduga karena mengonsumsi parasetamol. Sedangkan di Indonesia, hingga kini belum diketahui penyebab gagal ginjal akut dan belum ada fakta itu disebabkan oleh parasetamol," kata Zullies saat dihubungi Beritasatu.com, Kamis (13/10/2022).

ADVERTISEMENT

Zullies menuturkan, parasetamol merupakan obat aman yang sudah lama digunakan di Indonesia sebagai penurun panas, mengatasi pilek, flu, nyeri haid, dan penyakit bergejala lainnya. Adapun obat parasetamol yang tersedia di Indonesia ada berbagai macam merek, seperti Panadol, Sanmol, dan lainnya.

Zullies juga memastikan, bahwa obat-obatan yang mengandung parasetamol di Indonesia sudah terbukti aman. Namun, apabila ada yang mengonsumsi secara berlebihan, maka parasetamol dapat memberikan efek samping pada liver atau gangguan hati, bukan pada ginjal.

Menurut Zullies, selama ini penggunaan parasetamol hanya untuk situasi bergejala, bukan obat yang digunakan dalam jangka waktu lama seperti untuk pengobatan hipertensi atau penyakit komorbid lainnya, yang membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Parasetamol selama ini digunakan oleh masyarakat untuk menurunkan demam, mengatasi pilek atau flu, dan juga meredakan nyeri haid.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon