Pemerkosa Mahasiswi India Tewas Gantung Diri di Selnya

Senin, 11 Maret 2013 | 11:59 WIB
FH
B
Penulis: Febriamy Hutapea | Editor: B1
Ilustrasi gantung diri.
Ilustrasi gantung diri. (Freedigitalphotos/ zirconicusso)

New Delhi - Terdakwa utama kasus pemerkosaan seorang mahasiswi di dalam bus pada Desember silam gantung diri di sel tahanannya yang terisolisasi.

Ram Singh, salah satu dari enam pria yang didakwa atas pemerkosaan brutal yang telah menggegerkan dunia, ditemukan tewas, Senin (11/3) subuh, dengan membuat simpul gantungan dari bajunya sendiri.

"Dia menyambungkan bajunya dan menggunakan tiang langit-langit dan bangku kayu untuk gantung diri," kata petugas penjara, Sunil Gupta, seperti dilansir AFP.

Pengadilan setempat mulai menyelidiki insiden bunuh diri itu yang akan memeriksa kemungkinan adanya penyimpangan yang dilakukan pihak keamanan.

Ayah dari korban pemerkosaan mengatakan pada AFP bahwa dia yakin pihak otoritas penjara secara jelas telah lalai sehingga pihak keluarga tidak bisa melanjutkan perjuangan mereka menuntut keadilan atas tewasnya putri mereka.

"Kami tidak memahami bagaimana mungkin polisi gagal melindungi Ram Singh. Mereka mengatahui bahwa dia adalah terdakwa utama dalam kasus putri saya," kata ayah korban yang namanya tidak bisa diidentifikasi namanya karena alasan hukum.

"Bagaimana mungkin mereka membiarkan dia memilih caranya sendiri untuk meninggal? Polisi telah gagal dan saya bertanya-tanya apa yang akan terjadi pada kasus ini nantinya."

Ibu korban mengatakan dia kaget saat mendengar insiden bunuh diri itu.

"Saya hanya ingin keadlian bagi putri saya. Terdakwa utama telah meninggal. Mungkin rasa bersalah yang membunuhnya?" kata sang ibu.

Singh selalu hadir dalam persidangan di New Delhi di mana dia menghadapi tuntutan pembunuhan, pemerkosaan dan penculikan atas kejahatan yang telah memicu banyak protes di jalan-jalan dan pencarian akar kejahatan seksual yang banyak terjadi di India.

Empat pria lainnya yang didakwa atas pemerkosaan massal akan menghadapi hukuman mati jika akhirnya terbukti di pengadilan khusus yang berjalan cepat. Namun, mereka semua mengaku tidak bersalah.

Mahasiswi fisioterapi berusia 23 tahun yang menjadi korban pemerkosaan kejam meninggal pada 29 Desember di rumah sakit di Singapura, 13 hari setelah dia diserang oleh lima pria dewasa dan satu remaja.

Tidak hanya diperkosa, gadis itu juga dipukul dengan batang besi yang menyebabkan kerusakan organ tubuhnya.

Singh, seorang duda di mana adiknya bernama Mukesh juga menjadi terdakwa, berprofesi sebagai sopir bus swasta berwarna putih yang biasa dipakai untuk antar-jemput sekolah, bus yang sama diduga dipakainya untuk melakukan aksi kekerasan tersebut.

Polisi mengatakan Singh dan komplotannya makan bersama dan minum minuman beralkohol hingga mabuk sebelum mengendari bus pada malam itu dan menjerat penumpang yang salah menaiki bus.

Seorang pejabat senior polisi mengatakan kasus bunuh diri Singh tidak akan berpengaruh pada sidang yang sedang berjalan.

"Sidang kasus itu akan terus berlanjut. Tidak ada alasan kasus itu terbengkalai," katanya yang juga mengonfirmasi bahwa Singh melakukan bunuh diri pada pukul 05.15 dini hari.

Anggota polisi lainnya yang dikirim ke penjara Tihar mengatakan mayat Singh telah diambil Rumah Sakit pemerintah Deen Dayal Upadhyay, dan Mukesh, telah diberitahu soal aksi bunuh diri saudaranya itu.

"Kami mencoba menyelamatkannya dan bahkan menggunakan berbagai teknik untuk menyelamatkannya, namun sayangnya gagal," katanya.

Singh, yang berasal dari wilayah barat Rajasthan, tinggal di daerah kumuh New Delhi di mana para tetangganya menggambarkan dia dan saudaranya, Mukesh, sebagai pembuat onar dan pemabuk berat.

"Mereka selalu minum, melecehkan dan berkelahi dengan kami," kata salah seorang tetangganya yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon