Lewat Windows 8, Microsoft "Penjarakan" Linux
Rabu, 27 Maret 2013 | 01:42 WIB
Madrid – Microsoft kembali menjadi sorotan. Setelah sebelumnya gagal mematuhi kesepakatan anti trust terkait monopoli browser Internet Explorer pada sistem operasi Windows, kini Microsoft tersandung kasus yang hampir sama.
Salah satu fitur di sistem operasi terbaru mereka Windows 8, UEFI Secure Boot membuat para pengguna tak bisa menginstal sistem operasi lain pada komputer mereka.
Fitur tersebut menurut perwakilan pengguna Linux yang berbasis di Spanyol, Hispalinux secara de facto adalah "pemenjaraan secara teknologi."
Microsoft memang mengizinkan pengguna Windows 8 untuk menginstal sistem operasi non-Windows, tapi hal tersebut dimungkinkan dengan memesan lisensi khusus terlebih dulu.
Menurut Hispalinux fitur tersebut membuat pengguna Windows 8 tak bisa bebas memakai sistem operasi non-Windows karena telah "dikunci" Microsoft.
Fitur EUFI Secure Boot sendiri dimaksudkan untuk mengamankan komputer berbasis Windows 8 saat proses boot up.
Pada kasus anti trust terkait browser Internet Explorer, Microsoft akhirnya harus membayar denda $731 juta atau setara Rp 7,11 triliun di awal bulan ini.
Belum diketahui apakah Uni Eropa akan kembali menjatuhkan denda kepada Microsoft karena hal tersebut, tapi dipastikan mereka akan melakukan penyelidikan terhadap pengaduan tersebut.
Menurut Hispalinux, fitur UEFI Secure Boot amat buruk bagi pengguna serta industri piranti lunak Eropa.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




