Semua Pihak Harus Tahan Opini Soal Insiden Cebongan

Sabtu, 13 April 2013 | 23:06 WIB
MS
FH
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: FER
Keluarga korban penyerangan LP Cebongan (dari kiri) Yanny Rohi Riwu, Jorhans Kadja, Yohanes Lado dan Victor Mambait saat mendatangi kantor Komnas HAM sebelum pertemuan kedua pihak di kantor Komnasham, Jakarta, Kamis (11/4).
Keluarga korban penyerangan LP Cebongan (dari kiri) Yanny Rohi Riwu, Jorhans Kadja, Yohanes Lado dan Victor Mambait saat mendatangi kantor Komnas HAM sebelum pertemuan kedua pihak di kantor Komnasham, Jakarta, Kamis (11/4). (Antara/Reno Esnir)

Jakarta - Pasca ribut soal ada tidaknya pelanggaran HAM berat soal kasus penyerangan LP Cebongan oleh prajurit Kopassus, semua pihak diharap menahan diri dalam membuat komentar.

"Hindari Statemen yang tidak perlu soal Cebongan. Sebaiknya semua pihak menahan diri agar tidak timbul kegaduhan yang tidak perlu," kata Anggota Komisi Hukum DPR, Aboe Bakar Al-Habsyi, di Jakarta, Sabtu (13/4).

"Serahkan saja proses selanjutnya pada prosedur hukum yang berlaku untuk menunjukkan negara ini adalah negara hukum."

Apalagi terkait isu pelanggaran HAM, menurut dia, biarlah diselesaikan oleh instansi yang berwenang bekerja sesuai dengan bidangnya.

"Kita tunggu saja hasil kerja mereka," kata Politisi PKS itu.

Bilapun ada informasi yang berkembang bahwa pasca kejadian Cebongan tingkat kejahatan di Yogyakarta menurun, itu sebuah hikmah buat seluruh masyarakat Indonesia.

"Gelombang antipremanisme pasca kejadian Cebongan haruslah direspon positif oleh Kepolisian. Sebagai penegak hukum Kepolisian haruslah membuktikan adanya supremasi hukum, bukan preman yang berkuasa," tandasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon