DPRD Minta Bahas MRT Lagi, Jokowi Pasrah

Senin, 29 April 2013 | 15:29 WIB
D
B
Penulis: DMP | Editor: B1
Ilustrasi rencana deep tunnel Jakarta.
Ilustrasi rencana deep tunnel Jakarta. (Istimewa)

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) pasrah dengan permintaan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang meminta kembali membahas rencana pembangunan sarana transportasi massal Mass Rapid Transit (MRT).

DPRD ingin Pemprov DKI Jakarta kembali meminta persetujuan pihak legislatif dalam rencana pembangunan megaproyek tersebut. Tidak hanya MRT yang akan dilakukan soft launching, tetapi megaproyek lainnya, seperti monorel, Deep Tunnel, Giant Sea Wall (GSW), dan lainnya pun pihak dewan meminta pembahasan kembali.

Jokowi mengaku, mengenai pembagian beban investasi dengan pemerintah pusat sendiri dari 42:58 menjadi 49:51 sudah cukup mengurangi beban Pemprov DKI Jakarta dalam pembangunan transportasi berbasis rel tersebut.

"Logikanya kita ditambahi dari 42:58 menjadi 49:51, artinya kita lebih enteng karena dapat injeksi tambahan dari pusat 1,2 triliun. Logikanya, kita dapat tambahan seperti itu untuk apa? Dapat uang kok minta persetujuan? Tapi kalau memang harusnya minta, ya sudah, tidak apa-apa," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, persetujuan dari dewan tersebut tidak akan menghambat jika dilakukan dengan cepat. Namun, apabila lama dilakukan, maka tentu saja hal tersebut dikatakannya akan menghambat.

"Kalau persetujuannya bisa cepat, ya tidak menghambat, tapi kalau lama, ya menghambat," tambahnya.

Meskipun begitu, bagi Jokowi hal tersebut bukan masalah baginya, tetapi ia pun menyayangkan dengan pembahasan yang kembali diminta oleh dewan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon