Puluhan Rumah di Aceh Barat Rusak Diterjang Angin

Sabtu, 11 Mei 2013 | 08:58 WIB
MH
B
Penulis: Muhammad Hamzah | Editor: B1
Ilustrasi banjir Aceh.
Ilustrasi banjir Aceh. (Antara/Antara)

Banda Aceh - Sekitar 27 rumah, toko, serta satu unit sekolah di Kecamatan Johan Pahlawan kota Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, dilaporkan mengalami rusak berat akibat diterjang badai angin kencang yang melanda kawasan itu pada Jumat (10/5).

Akibatnya, sejumlah penduduk harus mengungsi ke tempat lain lantaran rumah mereka rusak berat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat T Novizal, Sabtu (11/5) pagi mengatakan, angin kencang disertai hujan lebat yang melanda kabupaten Aceh Barat, kemarin hingga pagi ini telah merusak sekitar 21 unit rumah penduduk, enam unit rumah toko (ruko) dan satu unit rumah sekolah MTs N Nurul Huda, Kota Meulaboh.

Tak hanya itu, puluhan baliho yang terpasang di sepanjang jalan dalam kota Meulaboh juga rusah dan patah tiangnya setelah dihempas angin kencang.

Pihak BPBD setempat sepanjang hari kemarin telah membuat dapur umur di sejumlah lolasi yang rawan bencana. Apalagi kondisi Aceh Barat yang hingga kini masih dilanda hujan deras dan angin kecang di beberapa titik, genangan air ada yang telah masuk ke rumah warga seperti di Kecamatan Johan Pahlawan, Kecamatan Kawai XVI, dan sejumlah kawasan lain juga mulai dgenangi air.

Sementara itu, di Bakongan Kabupaten Aceh Selatan, sebanyak 14 rumah milik warga juga mengalami rusak parah setelah diterjang gelombang pasang. Akibatnya ratusan warga di kawasan pesisir harus mengungsi ke tempat yang lebih aman, karena di kawasan itu angin kencang dan gelompang pasang masih mengancam keselamatan warga.

Harus Tetap Waspada
Kepala BPBD Aceh Selatan, Masdi mengatakan, gelombang pasang terjadi akibat angin kencang. Di lokasi terjangan angin khususnya di Desa Ujung Mangki, ada puluhan rumah penduduk yang dihuni oleh ratusan jiwa. Sedangkan lokasi lain yang juga diterjang angin di Keude Bakongan, memiliki penduduk 200 kepala keluarga.

Masdi menambahkan, pihaknya bersama pemkab setempat sudah membuka dapur umum untuk korban. Sementara rumah-rumah yang rusak akibat bencana tersebut, saat ini sedang didata kerusakannya untuk diperbaiki.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Giofisika (BMKG) Bandara Cut Nyak Dhin, Nagan Raya Edi Darlupti mengatakan, angin kencang yang melanda sebagaian besar wilayah barat Aceh itu, masih akan terjadi hingga tiga hari kedepan.

Ia juga mengatakan, bahwa kecepatan angin berkekuatan 35 kilometer/jam yang terjadi kemarin yang telah merusak beberapa rumah harus diwaspadai oleh semua warga, terutama yang berada di kawasan pantai barat Aceh. Tak hanya itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak berada di luar rumah selama terjadi angin dan hujan deras.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon