Software Berlisensi Bisa Dorong Ekonomi Indonesia

Selasa, 21 Mei 2013 | 20:58 WIB
FN
FH
Penulis: Farid Nurfaizi | Editor: FER
Ilustrasi penggunaan komputer.
Ilustrasi penggunaan komputer. (Wikimedia)

Kenaikan pengunaan perangkat lunak berlisensi berkaitan dengan pendapatan positif pada Produk Domestik Bruto (PDB).

Jakarta - Studi teranyar BSA The Software Alliance dan salah satu sekolah bisnis global, INSEAD menemukan bahwa kenaikan penggunaan perangkat lunak berlisensi akan memberikan dampak yang lebih baik bagi perekonomian Indonesia. Dampak terhadap perekonomian tentunya akan jauh lebih kecil apabila penggunaan perangkat lunak bajakan tetap diijinkan.

Kenaikan 1% pengunaan perangkat lunak berlisensi akan menghasilkan produksi nasional sebesar US$593 juta, dibandingkan US$254 juta dari kenaikan yang sama untuk penggunaan perangkat lunak bajakan. Dengan demikian perangkat lunak berlisensi memberikan tambahan nilai ekonomi sebesar US$339 juta.

Competitive Advantage: The Economic Impact of Properly Licensed Software adalah sebuah studi yang inovatif yang mengumpulkan data dari 95 perekonomian, dimana 15 diantaranya dari Asia Pasifik. Studi tersebut mendemonstrasikan manfaat bagi perekonomian nasional dari pengunaan perangkat lunak berlisensi sepenuhnya.

Studi ini mengkonfirmasi bahwa kenaikan pengunaan perangkat lunak berlisensi berkaitan dengan pendapatan positif pada Produk Domestik Bruto (PDB), dan efek stimulus ekonomi dari perangkat lunak berlisensi sangat signifikan dibandingkan dengan perangkat lunak bajakan.

"Studi ini menunjukan perangkat lunak berlisensi tidak hanya baik untuk perusahaan, tapi juga merupakan faktor pendorong yang penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah, aparatur penegak hukum, dan industri di Indonesia harus mengambil setiap kesempatan untuk mendapatkan potensi keuntungan ini dengan menurunkan angka pembajakan dan mempromosikan penggunaan perangkat lunak berlisensi," jelas Senior Direktur Marketing, BSA Asia Pasifik, Roland Chan dalam siaran resminya di Jakarta, Selasa (21/5).

Adapun riset ini juga menemukan bahwa setiap penambahan 1 dolar investasi pada perangkat lunak berlisensi diperkirakan menghasilkan return on investment (ROI) atau laba atas investasi sebesar US$248 jika dibandingan dengan laba sebesar US$17 yang didapat dari perangkat lunak bajakan yang digunakan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon