Dinkes DKI Tegaskan Data 2 Juta Warga Miskin Berhak Terima KJS
Rabu, 22 Mei 2013 | 18:19 WIB
Jakarta - Meski sudah direncanakan bahwa Kartu Jakarta Sehat (KJS) akan diberikan kepada 1,7 juta warga Jakarta pada pekan ini, namun pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI mengaku sudah mendata warga miskin yang berhak mendapatkan kartu layanan kesehatan gratis itu mencapai 2 juta orang.
Kepala Dinkes DKI Jakarta, Dien Emmawati mengatakan, pihaknya terus melakukan pendataan bagi warga miskin dan rentan miskin yang berhak mendapatkan KJS. Dari hasil pendataan tersebut menurutnya, tercatatlah dua juta orang warga miskin yang dapat menerima KJS.
"Kami sudah mendata sebanyak 2 juta orang. Nah, warga inilah yang memang berhak mendapatkan KJS dari Pemprov DKI. Namun, dari jumlah tersebut, baru 1,7 juta orang yang kartunya sudah jadi. Yang lainnya menyusul," kata Dien, di Balaikota DKI, Jakarta, Rabu (22/5).
Dengan pendataan ulang tersebut, Dien menjamin tidak ada lagi warga mampu yang menggunakan program KJS. Sebab menurutnya, warga yang berhak mendapatkan kartu layanan kesehatan gratis ini memang adalah warga yang terbukti miskin atau rentan miskin.
Kendati dilakukan pendataan, Dien tetap bersikukuh warga yang berhak mendapatkan KJS ada sebanyak 4,7 juta jiwa. Hal itu karena warga yang rentan miskin pun dimasukkan, sehingga jumlahnya meningkat dari jumlah program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Warga Miskin (JPK Gakin) yang hanya mencapai 1,2 juta orang.
Dijelaskan pula, saat ini baru ada sekitar 3.000 warga yang memegang KJS. Sementara warga yang belum memegang kartu, bisa menggunakan KTP dan KK untuk berobat. Dengan catatan mereka berobat ke Puskesmas, lantas jika tidak bisa ditangani, baru akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
Sementara itu, anggota Komisi C DPRD DKI, Achman Husin Alaydrus, mendesak Dinkes DKI untuk memastikan bahwa 3,5 juta jiwa orang yang turut diberikan KJS adalah warga yang benar-benar miskin. Hal itu menurutnya agar penggunaan KJS yang dianggarkan dalam APBD DKI 2013 tepat sasaran dan bermanfaat bagi peningkatan kesehatan warga miskin.
"Saya bukannya tidak setuju dengan KJS. Hanya saja, yang saya tanyakan, warga miskin Jakarta hanya 1,2 juta. Nah, 3,5 juta orang lainnya (itu) termasuk apa? Miskin, atau kaya? Jangan seenaknya saja dong, buat data seperti itu. Saya minta, harus ada data yang pasti terhadap 3,5 juta itu," tegasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




