Semen Indonesia Targetkan Penggunaan Energi Alternatif 10%

Jumat, 28 Juni 2013 | 07:41 WIB
WP
WP
Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Pekerja melintas  di pabrik semen milik PT Semen Indonesia Tbk di Sumber Arum, Kerek, Tuban, Jawa Timur.
Pekerja melintas di pabrik semen milik PT Semen Indonesia Tbk di Sumber Arum, Kerek, Tuban, Jawa Timur. (Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao)

Jakarta - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menargetkan penggunaan energi alternatif sebesar 10 persen dari total kebutuhan energi perseroan yang menyedot 2 juta ton per tahun.

Saat ini, porsi penggunaan energi alternatif emiten berkode saham SMGR ini sudah mencapai 5-8 persen.

"Langkah ini dilakukan agar perusahaan bisa berhemat bahan bakar," kata Dirut PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Dwi Soetjipto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/6).

Dwi mengatakan, sejumlah inovasi teknologi dikembangkan perseroan guna mendukung kinerja perseroan. Salah satu yang dilakukan melalui teknologi Konservasi Energi dan Teknologi Penurunan Emisi Gas CO2 melalui pemanfaatan biomass dan limbah B3 sebagai Bahan Bakar Alternatif.

"Dari inovasi teknologi tersebut, perseroan berhasil menghasilkan efisiensi hingga Rp 300 miliar per tahun," kata Dwi.

Selain itu, perusahaan yang dulu bernama Semen Gresik ini juga memanfaatkan limbah industri seperti Cooper Slag, Fly Ash, Cement Retarder menjadi bahan baku substitusi menggantikan pasir besi, pasir silika, dan gipsum alam.

SI juga telah mengubah wilayah bekas tambangnya untuk lahan produksi tanaman yang bisa menjadi bahan bakar alternatif bagi proses produksi.

"Dari lahan bekas tambang itu, SI bisa mendapat suplai bahan bakar alternatif untuk menunjang proses produksi," kata Dwi.

Kedepan kata Dwi, SI berencana memanfaatkan sampah kota, terutama dari dua kota di mana perseroan banyak beraktivitas, yaitu Gresik dan Tuban, Jawa Timur. Volume sampah di Gresik tercatat sebanyak 650 meter kubik atau sekitar 217 ton per hari. Adapun volume sampah di Tuban sebesar 250 meter kubik atau 83 ton per hari.

Sampah kota tersebut, diolah menjadi Refuse Derived Fuel (RFD) untuk menggantikan bahan bakar batubara yang selama ini dipakai perusahaan. Selama ini, perseroan juga sudah menggunakan bahan bakar alternatif, seperti dari sekam padi, kulit mete, limbah tembakau, dan oil sludge.

"Kami mengusung konsep waste to zero, kami punya rencana akan terus meningkatkan efisiensi perusahaan dengan mengandalkan bahan bakar non fosil dari setiap setiap proses produksi kami, ini juga bermanfaat bagi lingkungan, " ungkapnya.

Atas sejumlah terobosan tersebut, Semen Indonesia (SI) memborong 4 penghargaan BUMN Innovative Awards 2013 yang diselenggarakan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Keempat penghargaa tersebut adalah "the best corporate innovative culture & management", "the best innovation of green product", "the best product innovation of energy & mining sector", dan "the best technology innovation energy & mining sector".

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon