Dinamit Hilang, Polisi Minta Masyarakat Tenang

Jumat, 28 Juni 2013 | 14:24 WIB
FA
B
Penulis: Farouk Arnaz | Editor: B1
Ilustrasi Dinamit
Ilustrasi Dinamit (sydneyprops.com.au )

Jakarta - Polda Jawa Barat (Jabar) masih menyelidiki peristiwa hilangnya 250 unit dinamit milik perusahaan batu PT Batu Persada, Kamis (27/6) lalu. Polisi meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik.

"Kepolisian meningkatkan kewaspadaan untuk merespons kondisi yang ada. Akan ada razia barang-barang yang mencurigakan, sebagai langkah preventif. Kami mohon maklum, karena aparat kita di daerah bergerak untuk melakukan pencegahan bahan tersebut jatuh ke oknum yang tidak bertanggungjawab," kata Kabag Penum Polri, Brigjen Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Jumat (28/6).

Boy menceritakan bahwa kasus ini bermula saat dinamit itu dipindah dari gudang PT MNK sebagai distributor bahan peledak, menuju Cigudeg, Bogor, Rabu (26/6), pukul 14.00. Saat itu, ada dua truk membawa sejumlah bahan peledak untuk PT Batu Persada.

Namun truk itu lebih dulu menuju Marunda, Jakarta Utara, dan bertambah dua truk lagi, hingga sampai ke Bogor pada Kamis (27/6) subuh dini hari.

"Nah, kita duga (hilang) karena dicuri dari truk yang posisinya paling belakang, dengan cara merobek kanvas dengan senjata tajam. Ada sobek lebih dari satu meter. Hal ini diketahui sesampai di PT Batu Persada, ada kekurangan 2 dus sekitar 50 kilogram atau 250 batang dinamit," beber Boy.

Dikatakan Boy pula, sebanyak 12 saksi sudah diperiksa dalam kasus ini oleh penyidik Polda Jabar, Polres Bogor, PMJ, dan Mabes Polri.

"Kita melakukan penelusuran ulang rute perjalanan yang ditempuh dari Subang-Purwakarta-Tol Sadang-Marunda-tol Jagorawi arah ke BSD," urainya, sambil menambahkan bahwa rombongan ini sempat kena lima kali kemacetan dan mengalami kempes ban.

"Bisa saja memang ada keinginan mencuri dinamit, tapi bisa juga pelakunya tidak menyadari isinya dinamit dan mengira makanan. Kita berharap masyarakat yang mengetahui untuk melaporkan hal ini pada polisi terdekat, karena bentuk dinamit seperti sosis yang mudah dikenal," tambahnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon