DPR Desak Polda Kalteng Normalisasi Keamanan Murung Raya
Minggu, 30 Juni 2013 | 18:21 WIB
Jakarta - Anggota Komisi III DPR, Aboebakar Al-Habsyi mendesak Polda Kalimantan Tengah segera melakukan normalisasi situasi keamanan di Murung Raya.
Sebab berdasarkan informasi yang diterimanya, ada bentrok massa dengan aparat Brimob. Bentrok tersebut terkait penyerangan perusahaan tambang emas PT IMK di Desa Mangkahui, Kecamatan Siang Selatan, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah.
Kabar yang beredar ada 6 anggota Brimob tewas dan lima warga tertembak peluru aparat pada insiden tersebut.
"Kapolda Kalteng harus segera turun tangan untuk mengamankan keadaan dan mengklarifikasi informasi tersebut," kata Aboebakar di Jakarta, Minggu (30/6).
Dia melanjutkan dirinya sangat menyayangkan terjadinya insiden itu dimana seharusnya bisa dilakukan deteksi dini degan mengedepankan fungsi preventif.
Dengan deteksi dini yang baik, menurut Aboebakar, maka bisa dikedepankan forum dialog sehingga korban jiwa seharusnya bisa dihindari, dan pembakaran juga tidak perlu terjadi.
"Kapolda Kalteng harus segera mengambil langkah pencegahan, agar bentrok susulan tidak terjadi. Di sisi lain kendali pasukan harus juga ditingkatkan agar tidak terjadi aksi balas dendam atas menyebarnya kabar meninggalnya beberapa anggota pasukan Brimob," jelasnya.
Politisi PKS itu juga menyatakan harapannya agar Kapolda tidak hanya menurunkan pasukan untuk sekedar Bawah Kendali Operasi (BKO). Namun juga membuka ruang dialog untuk mencari akar masalah dan menemukan solusi terbaik untuk permasalahan di Murung Raya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




