IDI Bekali Pendidikan Tanggap Bencana kepada Dokter Kecil
Selasa, 1 Oktober 2013 | 08:39 WIB
Jakarta - Terletak di ring of fire (lingkaran api), Indonesia sangat rentan terhadap bencana alam. Mengingat kondisi ini, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) berinisiatif menanamkan pengetahuan tentang tanggap bencana sejak usia dini.
Ketua IDI, Dr Zainal Abidin MH, mengungkapkan, melalui program yang dikenal dengan Dokter Kecil, IDI membekali siswa Sekolah Dasar (SD) dengan pengetahuan bagaimana menghadapi tanggap darurat bencana.
Anak diajarkan paling tidak menyelamatkan diri sendiri, menghindari bencana, dan mendatangi tempat penyelamatan.
"Pendidikan kebencanaan sudah harus mulai digalakkan, harus membudaya. Minimal di sekolah, anak harus tahu apa yang mesti dia lakukan dan risiko apa yang dialami jika terjadi bencana," kata Zainal di sela-sela temu media membahas program Dokter Kecil Award 2013, di Jakarta, Senin (30/9).
Ia mengatakan, berbeda dengan tahun sebelumnya, Dokter Kecil Award tahun ini mengusung isu tanggap bencana dan Palang Merah Indonesia (PMI). Dokter kecil ini akan diajarkan memiliki sisi kemanusiaan sejak dini, misalnya melakukan pertolongan pertama ketika terluka.
Oleh karenanya mantan Wakil Presiden sekaligus Ketua Umum PMI Jusuf Kalla akan bertatap muka dengan para dokter kecil terbaik utusan provinsi.
Menurut Zainal, program Dokter Kecil Award tidak sekadar seremonial, melainkan menyaring para duta kesehatan yang bisa menjadi agen perubahan bagi teman, komunitas, dan lingkungannya.
"Program ini merupakan pengenalan sejak dini tantangan dan masalah dunia kesehatan, serta menumbuhkan perilaku dan cita-cita berpartisipasi dalam menyehatkan masyarakat," ungkapnya.
Soripada Mulia, Ketua Panitia Dokter Kecil Award menjelaskan, jumlah perwakilan adalah 45 orang dari 22 provinsi di Indonesia, seperti NTT, NTB, Aceh, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Sumatera Utara.
Program ini akan dimulai dengan dengan proses karantina dari 3-5 Oktober 2013, di Desa Wisata, Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Di sini, peserta dokter kecil akan mendapat materi tentang kebersihan lingkungan, pertolongan pertama pada kecelakaan, pengenalan bencana, perilaku hidup bersih sehat, imunisasi, bahaya merokok, dan gizi. Peserta juga akan mengikuti tur ke beberapa tempat, seperti gedung Iptek di TMII, Monas, Stovia, stasiun TV dan kantor IDI.
Penilaian para pemenang didasarkan pada hasil tes, seperti uji ketrampilan, ujian tulis, psikologis, pendampingan dan penilaian antar teman. Juga penilaian saat grand final oleh juri dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, IDI, psikolog, dan Kementerian Kesehatan.
"Kemudian puncaknya tanggal 6 Oktober dilaksanakan di gedung konvensi taman makam Kalibata. Di sini akan dipilih pemenang utama yang akan memperebutkan piala bergilir Ibu Negara dan piala IDI," kata Soripada.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




