Bayar Hutang, Visi Media Berencana Jaminkan Aset
Rabu, 2 Oktober 2013 | 17:01 WIB
Jakarta - Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) pada Selasa (2/10) menyetujui usulan penggadaian mayoritas aset perusahaan serta anak usahanya demi mendapat pinjaman.
Hal ini dilakukan sebagai upaya refinancing atau pembiayaan kembali utang Perseroan kepada Deutsche Bank senilai US$ 80 juta yang jatuh tempo pada Februari 2014 mendatang.
Aset yang akan dijaminkan grup media milik Bakrie & Brothers tersebut berupa mayoritas saham di ANTV, TVone, serta Viva News.
Presiden Direktur Visi Media Erick Thohir menyatakan, pihaknya memutuskan untuk mengambil langkah penjaminan aset tersebut setelah melihat kondisi ekonomi yang tak kunjung pasti.
"Kita melihat dalam dua tiga bulan terakhir bunga bank naik menjadi 1-1,5%. Langkah antisipasi musti dilakukan karena dalam kondisi ekonomi seperti ini tidak mudah mencari resources untuk refinancing," ungkap Erick saat dijumpai usai acara RUPSLB.
Ketika ditanya mengenai siapa yang akan memberi pinjaman, Erick mengaku pihaknya masih dalam tahap negosiasi.
"Memang ada (pihak) yang sudah menawarkan, total ada tiga sampai empat bank yang akan kita dekati tapi belum bisa kita jelaskan," tutur Erick.
Erick juga belum dapat memastikan kisaran target jumlah dana yang hendak diperoleh. "Yang jelas prioritas kita cukup untuk refinancing dan temponya jangka panjang, bukan short-term," pungkasnya.
Sementara itu, Erick menilai kinerja Perseroan sampai saat ini cukup progresif. Dari laporan keuangan yang ia sampaikan, pendapatan selama semester 1-2013 mencapai Rp 721,8 miliar atau tumbuh 32,2% dari Rp 545,9 miliar periode sama tahun lalu.
Sedangkan pertumbuhan pendapatan sepanjang kuartal III-2013 tercatat mencapai Rp 1,166 triliun.
Apabila dibandingkan dengan pendapatan sampai semester II-2012 yang hanya mencapai Rp 1,241 triliun, Erick yakin jumlah pendapatan sampai akhir tahun ini dapat melampaui target.
Adapun EBITDA sampai dengan Juni 2013 mencapai Rp 231 miliar dibandingkan periode sama tahun 2012 yang hanya berjumlah Rp 133 miliar.
Sementara itu Direktur Keuangan Visi Media Charlie Kasim mengungkapkan, rencana IPO yang kabarnya akan dilakukan anak usaha Perseroan, PT Cakrawala Andalas Televisi selaku pengelola ANTV, masih berada dalam proses penjajakan.
Saham yang akan dilepas ANTV, menurut Charlie, kemungkinan adalah 10%.
"Namun jumlah itu belum pasti, kita lihat nanti," ujar Charlie.
Seperti diketahui, pihak Visi Media dikabarkan sedang mempertimbangkan opsi IPO setelah Group Chief Executive Officer (CEO) dan President MNC Hary Tanoesoedibjo membatalkan rencana akuisisi saham ANTV.
Sebelumnya, Hary Tanoe sempat mengatakan berminat mengambil alih hingga 100% saham ANTV, namun wacana itu kandas beberapa waktu lalu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




