Merpati Segera Jalani Rute Perintis Belu dan Alor
Senin, 21 Oktober 2013 | 00:58 WIB
Kupang - Rencananya, rute penerbangan perintis oleh maskapai penerbangan Merpati Nusantara Airline (MNA) dengan menggunakan pesawat jenis MA-60, untuk dua daerah terpencil yaitu Kabupaten Belu dan Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), akan segera mulai beroperasi pada Selasa (22/10).
Hal tersebut antara lain disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi NTT, Bruno Kupok, melalui Kepala Bidang Perhubungan Udara Dishub Provinsi NTT, Donatus Mite, kepada media ini, di Kupang, Minggu (20/10) sore. Dikatakannya, rute perintis tersebut merupakan bantuan transportasi udara untuk masyarakat yang berada di wilayah perbatasan RI-Timor Leste (RDTL), dengan tujuan untuk membuka isolasi yang selama ini menjadi salah satu faktor penghambat proses pembangunan di daerah perbatasan di NTT.
"Manajemen PT MNA sudah siap membuka penerbangan rute perintis Kupang-Atambua (Kabupaten Belu)-Kalabahi (Kabupaten Alor) pergi-pulang (PP). Kedua daerah tersebut masih dibilang sebagai daerah terpencil. Ketiga daerah baru tersebut dilayani dengan menggunakan pesawat berbadan lebar jenis MA-60, dengan kapasitas 50 seat. Berangkat dari Kupang, pukul 09.20 Wita," katanya.
Menurut Donatus Mite pula, rencananya rute Kupang-Atambua-Kalabahi itu akan dibuka dengan harga tiket yang relatif terjangkau masyarakat. Wilayah Kabupaten Belu dan Kabupaten Alor yang memang berbatasan dengan Timor Leste, selama ini dinilai perlu mendapat perhatian dari pemerintah pusat, terutama berupa bantuan Dana demi membangun fasilitas udara seperti pelebaran landasan pacu bandara dan fasilitas lainnya.
"NTT dikenal dengan provinsi kepulauan, sangat membutuhkan transportasi udara, laut dan darat, untuk membuka daerah yang selama ini sulit dijangkau oleh transportasi udara dan laut," kata Donatus lagi.
Dijelaskan lagi, penerbangan perdana oleh Merpati ini sendiri merupakan uji coba, terutama setelah Bandara AA Bere Talo mengalami pengembangan. Saat ini, dengan landasan pacunya yang sudah berukuran 1.600 x 30 meter dan lebar appron 120 x 80 meter, ditambah fasilitas pendukung terminal yang sudah bertaraf nasional, bandara ini diyakini semakin bisa dimanfaatkan secara baik untuk melayani masyarakat di NTT dan warga di perbatasan Timor Leste.
"Kami berharap untuk maskapai penerbangan lainnya, seperti TransNusa dan Wings Air, juga ikut melakukan penerbangan ke Atambua dan Kalabahi. Sebab selama ini, hanya Susi Air yang melakukan penerbangan ke Atambua, dengan jumlah seat sebanyak 13 orang," ungkap Donatus lagi.
"Untuk Atambua, animo masyarakat untuk menggunakan fasilitas transportasi udara mulai ramai. Sehingga sudah saatnya pesawat udara harus (lebih banyak) memberikan pelayanan kepada masyarakat perbatasan RI dan Timor Leste," tambahnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




