ATM di Malang Diledakkan dengan Bom Rakitan

Jumat, 10 Januari 2014 | 17:19 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Sejumlah petugas Labfor Polda Jatim melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ledakan di ATM Bank Mandiri Karangploso, Malang, Jawa Timur, Kamis (9/1)
Sejumlah petugas Labfor Polda Jatim melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ledakan di ATM Bank Mandiri Karangploso, Malang, Jawa Timur, Kamis (9/1) (Antara/Ari Bowo Sucipto)

Jakarta - Kepala Biro Penerangan Divisi Humas Mabes Polri, Brighen Pol Boy Rafli Amar, mengatakan bahwa mesin Anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Mandiri di Karangploso, Malang, Jawa Timur, diledakkan dengan bom rakitan, Kamis (9/1) dini hari.

"Jadi, bahan materialnya sendiri itu bom rakitan yang terkandung dan masih dipelajari," kata Boy saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (10/1).

Boy menjelaskan dari hasil proses olah TKP ditemukan bahan material yang sudah disita Pusat Laboratorium dan Forensik Polrestabes Surabaya dan tim penyidik kriminal umum Polda Jatim dan Densus 88 yang bertugas di wilayah Jawa Timur.

"Artinya, serpihan itu dikumpulkan dan dianalisis dan semuanya sudah hancur, tentunya perlu diperiksa Puslabfor apa saja bahan kimia yang terkandung di dalamnya," katanya.

Selain itu, lanjut dia, ditemukan potongan besi sepanjang 2-5 sentimeter dan pecahan kaca yang terlempar sejauh 10-15 meter.

"Sudah kami sita dan dimasukkan ke dalam kontainer peledak itu, kemudian serpihan-serpihan itu kita pelajari," katanya.

Dari rekaman Closed Circuit Television (CCTV), terlihat sebuah kotak hitam yang diletakkan dan disulut dengan korek api oleh seorang pria dengan tinggi badan sekitar 165 sentimeter, warna kulit gelap dan memakai helm.

Berdasarkan keterangfan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Ronny F Sompie, ditemukan juga jelaga di kontainer dan serbuk sisa ledakan yang mengandung unsur belerang dan klorat.

"Dugaan sementara bom 'low explosive' (ledakan berdaya rendah)," katanya.

Selain itu, Ronny menjelaskan ditemukan juga "cassing plat" besi tebal 2 milimeter dengan ukuran 10x15x25 dalam keadaan rusak, dua sisinya terlepas diduga untuk material bom.

Ditemukan juga potongan besi dengan ukuran 10 mm dan 12 mm dengan panjang 2-5 cm yang diperkirakan sebagai isian bom dalam kontainer.

Dia mengatakan CCTV di ATM dan CCTV Toserba milik Yanti di Ruko Kertanegara disita untuk dianalisis.

Sedangkan uang di ATM saat ini sudah diamankan pihak Bank Mandiri dan saldo akan dihitung oleh Bank Mandiri cabang Batu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon