Cuaca Buruk, Stok Solar PLN di Rote Ndao Hanya Tahan untuk 3 Hari
Selasa, 28 Januari 2014 | 21:15 WIB
Kupang - Cuaca buruk di lautan Nusa Tenggara Timur selama dua pekan terakhir menghambat kapal pemasok solar ke pembangkit listrik Pulau Rote. Akibatnya pembangkit listrik PLN Rayon Soe, terhitung, Selasa (28/1) hanya cukup untuk tiga hari atau hanya bisa bertahan hingga Kamis (30/1).
PLN Wilayah NTT tengah mencari solusi untuk bisa melakukan pengiriman BBM untuk menambahkan stok ke pulau yang berbatasan langsung dengan Australia itu agar mesin mesin pembangkit listrik tetap beroperasi.
"Saya sudah berkoordinasi dan meminta bantuan kepada Bupati Rote Ndao, untuk mencarikan solusi pengiriman BBM ke Rote agar pelayanan listrik untuk kepentingan umum tidak terganggu," jelas General Manager PLN NTT, Richard Safkaur.
Manajer PLN Sektor NTT, Edison Rajagukguk, yang bertanggung jawab atas pengelolaan mesin pembangkit listrik di NTT, juga telah berkoordinasi dengan Administrator Pelabuhan (Adpel) Tenau Kupang. Tetapi Adpel Kupang belum memberi izin berlayar karena cuaca tidak kunjung bersahabat.
"Kondisi ini menyebabkan rekanan yang bertanggung jawab memasok BBM Solar ke Pulau Rote tidak bisa berbuat apa-apa," kata Edison.
Edison menjelaskan, PLN Rote membutuhkan 11 ton BBM Solar per hari untuk melayani kebutuhan listrik seluruh Rote. Saat ini stok BBM Solar di PLTD Baa hanya tersisa 43 ton atau hanya cukup untuk tiga hari saja, hingga Kamis (30/1). Edison berharap cuaca segera membaik agar PLN bisa melakukan pengiriman BBM untuk menambah stok di Rote.
Untuk sementara, mengantisipasi berlanjutnya cuaca buruk, PLN NTT merancang empat langkah darurat. Pertama PLN akan meminjam stok solar milik pihak ketiga yang ada di Rote untuk menjaga pasokan listrik tetap nyala. Kedua, PLN mengupayakan melakukan pengiriman BBM dari Kupang menggunakan kapal kayu dengan mempertimbangkan faktor keselamatan pelayaran.
PLN juga mengupayakan pengiriman langsung dari Surabaya menggunakan kapal yang lebih besar yang bisa memperoleh ijin berlayar dari pihak berwenang.
Upaya terakhir, dengan stok BBM yang tersisa, PLN akan memperpanjang hari nyala listrik dengan cara mengurangi jam nyala dari 24 jam menjadi 20 jam atau 18 jam per hari atau sesuai kebutuhan setelah berkoordinasi dengan Pemerintah Rote Ndao dan pihak-pihak terkait. Pengurangan jam nyala, diantaranya bisa dilakukan mulai jam 01.00 hingga jam 07.00.
"Prioritas adalah dengan tetap menjaga pelayanan listrik tetap berjalan. Pilihan empat alternatif solusi dilakukan secara bertingkat hingga kondisi terburuk dengan mengurangi jam nyala pada solusi terakhir," kata Safkaur.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




