PT Jasa Marga Kerja Sama dengan ITB Teliti Tol Cipularang

Jumat, 31 Januari 2014 | 16:48 WIB
SH
JS
Penulis: Siprianus Edi Hardum | Editor: JAS
Dirut PT Jasa Marga Tbk, Adityawan mempersilahkan kendaraan yang lewat menuju Bandung, di KM 72 Tol Cipularang, Kamis (30/1). Mulai hari ini, Kamis, 30 Januari 2014, pukul 17.30,  lajur 2 Jalan Tol Cipularang KM 72 sudah dapat dilalui kendaraan Golongan 1. Contra flow ke arah Bandung masih diberlakukan. Sehingga kendaraan ke arah Bandung ada dua lajur yang bisa dilalui. Lajur 2 arah Bandung dan lajur contra flow.
Dirut PT Jasa Marga Tbk, Adityawan mempersilahkan kendaraan yang lewat menuju Bandung, di KM 72 Tol Cipularang, Kamis (30/1). Mulai hari ini, Kamis, 30 Januari 2014, pukul 17.30, lajur 2 Jalan Tol Cipularang KM 72 sudah dapat dilalui kendaraan Golongan 1. Contra flow ke arah Bandung masih diberlakukan. Sehingga kendaraan ke arah Bandung ada dua lajur yang bisa dilalui. Lajur 2 arah Bandung dan lajur contra flow. (Istimewa)

Jakarta - PT Jasa Marga akan bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk melakukan penelitian dan kajian menyeluruh terhadap Tol Cipularang. 

"Kejadian amblas KM 72 Tol ini membuat kami ambil keputusan akan lakukan kajian dan penelitian Cipularang tahun ini agar kami punya gambaran praktis terhadap apa yang harus kami lakukan pada musim hujan 2015," katanya Direktur Utama, PT Jasa Marga, Adityawarman, kepada SP, Jumat (31/1).

Menurut Adityawarman, perkembangan dan kondisi sekitar Cipularang juga sudah berubah dan terbukti kejadian KM 72 itu di luar dari tujuh daerah rawan di Cipularang. Lalu lintas harian di Tol Cipularang sekitar 60.000 kendaraan dan akibat kejadian amblas KM 72 itu, terjadi penurunan, namun tidak signifikan.

Ia mengatakan, Tol Cipularang KM 72 Jakarta-Bandung bisa dibuka pada lajur dua, Kamis (30/1) sore. "Kemarin sore sekitar pukul 15.00-16.00, lajur dua sudah bisa dibuka, melengkapi arus contra flow yang sudah ada sejak Jumat pekan lalu," kata Adityawarman.

Namun, kata Adityawarman, kendaraan yang diperbolehkan melintas adalah tetap golongan kecil dan sedang, sedangkan truk dan angkutan berat tetap diarahkan via Cikampek, masuk Sadang ke arah Bandung.

"Secara keseluruhan pekerjaan fisik penanganan ambles KM 72 sepanjang 30 meter ini per hari ini sudah mencapai 80 persen dan ditargetkan Senin pekan depan sudah selesai," katanya.

Menurutnya, pekerjaan penanganan amblas tersebut terbagi dua yakni pemasangan bronjong pengaman hingga 5-6 lapis dan perkuatan dengan puluhan tiang panjang kedalaman 12 meter. Sementara, untuk pelapisan lajur dilakukan sepanjang 60 meter.

"Kejadian ini serupa dengan KM 47 di tol Jakarta - Cikampek, hanya saja lebih kecil," katanya.

Adityawarman mengaku, pihaknya mengalokasikan untuk penanganan KM 72 ini tidak melebihi Rp 4 miliar yang bersumber dari anggaran bina program perseroan. "Kami berterima kasih pada para kontraktor, karena mereka bekerja dan belum dibayar. Memang ini penunjukan langsung karena situasinya force majeure," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon