Survei LKP Buktikan Konvensi Gagal Angkat Elektabilitas Demokrat
Kamis, 13 Maret 2014 | 14:16 WIB
Jakarta - Elektabilitas Partai Demokrat (PD) menjelang digelarnya Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) April mendatang relatif tersendat. Konvensi calon presiden (capres) yang digagas partai pemenang Pemilu 2009 itu belum berimbas terhadap elektabilitas partai. Itulah hasil dari survei yang dilakukan Lembaga Klimatologi Politik (LKP).
"Secara mekanisme konvensi sudah gagal. Buktinya, elektabilitas tak beranjak naik dan terus tersendat. Artinya, gema konvensi belum cukup mengangkat elektabilitas," kata CEO LKP Usman Rachman saat memaparkan hasil jajak pendapat LPK, di Jakarta, Kamis (13/3).
Usaman menyatakan, hampir seluruh bakal capres PD memiliki rating rendah dari segi elektabilitas. "Kehadiran peserta konvensi belum menjadi daya dorong yang signifikan, juga bagi perkembangan elektabilitas PD," tegasnya.
Dia menambahkan, elektabilitas PD stagnan di posisi partai menengah dengan tingkat keterpilihan 5 persen hingga 7 persen. "Posisi PD kini setara atau hanya sedikit di atas partai-partai berbasis Islam seperti PKB dan PPP," tandasnya.
Dari hasil survei LKP diketahui PD hanya memperoleh 6,7 persen, jauh tertinggal dari rivalnya di Pemilu 2009, PDI-P dan Golkar. Bahkan, perolehan PD masih di bawah Partai Hanura dan Gerindra.
Sekadar untuk diketahui, survei dilaksanakan pada 26 Pebruari - 6 Maret 2014 di 34 provinsi. Sampelnya 1.240 responden melalui teknik multistage random sampling. Ambang kesalahan kurang lebih 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara tatap muka, responden dibantu kuesioner. Survei dilengkap analisis 10 media cetak dan 10 media online nasional.
Berikut hasil jajak pendapat LKP:
PDI-P 21,8 persen
Golkar 18,1 persen
Hanura 11,3 persen
Gerindra 11,1 persen
Demokrat 6,7 persen
PKB 5,7 persen
PKS 3,7 persen
PPP 3,5 persen
PAN 3,3 persen
Nasdem 3,1 persen
PBB 1,1 persen
PKPI 0,3 persen
Belum menentukan pilihan (undecided) 10,3 persen
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




