Butuh Uang, Pemuda Putus Sekolah Tega Bunuh ABG
Jumat, 14 Maret 2014 | 14:13 WIB
Jakarta - Polres Metro Jakarta Selatan dan Polsek Pamulang, membekuk pelaku pembunuh seorang remaja atas nama Yohana Febri N. (14), yang ditemukan terbujur kaku, di sebuah lahan kosong, Jalan Siliwangi Raya RT 01 RW 02, Pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (11/3) lalu.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Noviana Tursanurohmad, mengatakan pelaku berinisial AS (17), dibekuk di rumahnya, di Kampung Cikarang, Pabuaran, Gunung Sindur, Bogor, sekitar pukul 00.30, dini hari tadi.
"Setelah melakukan penyelidikan selama dua hari, sekitar pukul 00.30, dini hari tadi, kami tangkap tersangka berinisial AS, di Gunung Sindur, Bogor. Tersangka putus sekolah kelas 1 STM," ujar Novi, kepada wartawan, di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jumat (14/3).
Berdasarkan keterangan tersangka, motif pembunuhan karena kepepet membutuhkan uang untuk membetulkan motor pacarnya yang rusak.
"Kepepet butuh uang untuk membetulkan motor pacarnya yang rusak setelah dipinjam," kata Novi.
Dilatarbelakangi kebutuhan mendesak, tersangka yang sudah kenal dengan korban satu tahun lalu, mencoba menghubungi korban melalui jejaring sosial Facebook dan meminta nomor teleponnya.
"Setelah tak pernah berkomunikasi dengan korban, tanggal 6 Maret 2014, tersangka kembali menghubungi korban lewat Facebook dan meminta nomor telepon. Selanjutnya, dihubungi melalui SMS untuk janjian bertemu," ujar Novi.
Tanggal 9 Maret 2014, tersangka kembali mengingatkan korban apakah jadi bertemu atau tidak. Selanjutnya, korban yang merupakan siswi kelas 2 SMPN 1 Gunung Sindur itu, menyanggupi untuk bertemu tersangka, sekitar pukul 20.00 WIB.
"Jadi, korban yang menjemput tersangka. Ia datang ke rumah tersangka menggunakan sepeda motor Vario milik orang tuanya. Kemudian, diajak tersangka ke lokasi kejadian," katanya.
Tersangka sudah membawa pisau yang diselipkan di pinggang. Sesampainya di TKP, tersangka mengajak ngobrol korban sambil duduk di atas sepeda motor. Saat korban lengah, tersangka mengeluarkan pisau dan menusuk korban sebanyak tiga kali dan menyumpal mulut korban dengan slayer (bergambar daun ganja).
"Setelah itu, digulingkan ke semak-semak," kata Novi.
Setelah yakin korban tak bergerak, tersangka lalu pergi membawa motor korban. Sampai di dekat rumahnya, sepeda motor korban ditinggal di dekat tambal ban. Rencananya, motor itu akan dia jual.
Novi menyampaikan, korban akhirnya ditemukan warga pada 11 Maret 2014. Begitu mendapat laporan, polisi langsung melakukan olah TKP dan penyelidikan.
"Pada saat ditemukan ada tanda-tanda kekerasan. Ada dua lubang bekas tusukan di perut dan satu di lengan. Di TKP kami temukan sarung pisau dan sebuah slayer yang dipakai tersangka untuk menyumpal mulut korban," ujarnya.
Kapolsek Pamulang, Kompol Doddy menuturkan awal ditemukan, tak ada identitas korban. Pihaknya baru mengetahui korban bernama Yohana Febry N, setelah orang tua korban datang ke Polsek Pamulang mencari anaknya yang tak kunjung pulang.
"Orang tua korban melihat ada anak perempuan ditemukan meninggal di TV. Kemudian, datangi Polsek Pamulang melihat foto dan untuk meyakinkan datang ke rumah sakit. Ternyata benar itu anaknya," jelasnya.
Setelah mengetahui identitas korban, penyidik melakukan penelusuran melalui Facebook korban. Setelah diselidiki, terakhir ada komunikasi dengan tersangka.
"Lalu, kami lakukan penangkapan, dini hari tadi," kata Kompol Doddy.
Polisi menyita sebilah pisau, slayer, pakaian korban berlumuran darah, dan sepeda motor korban yang belum sempat dijual. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 340 KUHP Juncto Pasal 338 KUHP, tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman maksimal mati atau seumur hidup serta kurungan minimal 20 tahun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




