Tak Semua Obat Herbal Itu Aman
Jumat, 14 Maret 2014 | 21:22 WIBJakarta - Data Riset Kesehatan Dasar pada 2010 lalu menyebutkan, sebanyak 55,3% orang Indonesia mengkonsumsi jamu untuk menjaga kesehatan.
Angka ini memperlihatkan, kepercayaan masyarakat terhadap jamu atau obat-obatan herbal sangat besar. Konsumsi obat herbal ini diyakini lebih aman dan tanpa efek samping. Padahal, menurut spesialis penyakit dalam dr Dharmeizar, masyarakat umumnya tidak mengetahui komposisi obat herbal yang dikonsumsi.
"Masyarakat harus berhati-hati dalam mengkonsumsi obat herbal, karena bahan-bahannya bisa berbahaya bagi kesehatan. Contohnya beberapa tahun lalu di Australia, ada sekitar 300-400 obat herbal yang ditarik peredarannya karena mengakibatkan komplikasi berbagai macam penyakit, salah satunya merusak ginjal," kata Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) tersebut dalam sebuah seminar, baru-baru-ini.
Menurut Dharmeizar, obat yang aman dikonsumsi adalah obat-obatan yang punya evidence based tinggi. Artinya, obat tersebut digunakan dalam jumlah yang banyak dan dipakai di berbagai negara, serta ada studi ilmiahnya. Sementara khasiat obat herbal kebanyakan bukan berdasarkan uji klinis, melainkan hanya testimoni dari beberapa orang yang telah sembuh.
"Kalau ada pasien yang bertanya, apakah boleh minum herbal? Selalu saya katakan bahwa herbal setahu saya belum ada evidence based-nya, jadi tidak akan saya sarankan. Karena kita tidak tahu efek sampingnya akan seperti apa," kata Dharmeizar mengingatkan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




