PKS Nilai Pengawasan Pemilu Luar Negeri Masih Minim

Selasa, 25 Maret 2014 | 21:28 WIB
A
B
Penulis: A-25 | Editor: B1
Ilustrasi Pemilu
Ilustrasi Pemilu (istimewa)

Jakarta - Fungsionaris Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yanuar Arif mengatakan, terkait pemilihan di luar negeri, pihaknya mensinyalir sistem pengamanan belum optimal, terutama pada masa penghitungan suara pemilu luar negeri. Sebab, pemilu luar negeri berlangsung sebelum pemilu di Indonesia.

"Kemarin kami ada bimbingan teknis (bimtek) di Malaysia. Ada beberapa catatan, terkait mekanisme yang seyogyanya KPU perlu membuat aturan lebih detail. Karena di luar negeri sangat minim pengawasan. Bagaimana PPLN (Panitia Pemilu Luar Negeri) bisa menjaga integritas?" ujar Yanuar saat rapat pleno terbuka Penyempurnaan DPT Pemilu DPR, DPD, dan DPRD tahun 2014 di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Selasa (25/3)

Yanuar mencontohkan, pemilu legislatif (pileg) di negara Malaysia berlangsung pada tanggal 6 April 2014 untuk kemudian baru dilakukan penghitungan suara pada 9 April 2014. Artinya, menurut dia, ada rentang tiga hari. Ditakutkan dalam rentang waktu tersebut tak ada penjagaan khusus untuk menjaga kotak surat suara tersebut agar tidak disalahgunakan.

"Kami tahu siapa yang jaga kotak itu. Tidak tahu mekanisme penjagaannya. Diawasi CCTV atau bagaimana? Kami inginnya bisa dipantau bersama, dan bisa diakses/dilihat oleh masing-masing partai," imbuhnya.

Kelompok Kerja (Pokja) PPLN Bidang Logistik Freddy Sirait menegaskan, terkait dengan kekhawatiran masa jeda waktu pemilu luar negeri dengan penghitungan suara, pihaknya sudah membuat peraturan, nantinya Kelompok PPLN menyerahkan kotak suara di kantor perwakilan Indonesia di luar negeri.

"Kami sudah minta PPLN menjamin keamanan untuk kotak itu. Tidak terganggu di ruang khusus dan kuncinya di PPLN. CCTV umumnya semua sudah dipasangi. Apakah di ruangan itu sudah ada CCTV? Itu yang akan kami pastikan kembali. Jadi kami akan koordinasikan kembali terkait pengamanan dengan Kelompok PPLN," imbuhnya.

Komisioner KPU, Sigit Pamungkas mengatakan KPU berupaya agar kotak surat suara dalam pileg di luar negeri aman dari penyalahgunaan dengan upaya pemberian segel.

"Kotak suara itu akan dititipkan di perwakilan, disegel lubangnya, disegel kuncinya, disegel anak kuncinya, jumlah segelnya tidak lebih dan tidak kurang," katanya.

Dijelaskan, nantinya setelah kotak suara ditutup, kunci akan dipegang oleh Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) luar negeri. Ketika dibuka tanggal 9 April 2014 guna dilakukan perhitungan, maka segel yang dimaksud harus benar-benar masih dalam keadaan utuh.

"Nanti akan ada panwas, kalau tidak ada panwas masyarakat bisa melihat dan perwakilan kami akan memastikan kotak itu sudah tersegel dan kita mendorong ruangan itu aman dan bisa dilihat atau diawasi," imbuhnya.

Sebelumnya, Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengatakan pileg untuk warga negara Indonesia (WNI) yang berdomisili di 130 negara akan dilangsungkan lebih awal.

"Pemungutan suara mulai dari 30 Maret hingga 6 April 2014. Namun, penghitungan suara tetap dilakukan serentak dengan dalam negeri pada 9 April 2014," imbuhnya.

Ditambahkan, pileg pada 30 Maret akan digelar di Brasil, Hongkong, Kopenhagen, Santiago, dan Shanghai. Sementara di Damaskus, Havana akan berlangsung Kamis, 3 April 2014.

Kemudian, Abu Dhabi, Alger, Amman, Daka, Doha, Dubai, Khartoum, Kuwait, Kyiv, Maputo, Moskow, Muscat, Sanaa, Teheran berlangsung Jumat, 4 April 2014.

Sementara Sabtu, 5 April 2014 pileg berlangsung di Antananarivo, Baghdad, Bangkok, Beograd, Berlin, Bern, Bogota, Bratislava, Brussel, Bucharest, Buinos Aires, Canberra, Caracas, Chicago, Colombo, Dakar, Darwin, Dacao City, Den Haag, Dili, Frankfurt, Hamburg, Helsinki, Houston, Jeddah, Kairo, Lima, London, Los Angeles, Manama, Melbourne. Mumbai, Nairobi, New York, Ottawa, Panama, Paramaribo, Praha, Rabat, Riyadh, San Fransisco, Sarajevo, Sofia, Songkhla, Stockholm, Suva, Sudney, Toronto, Tripoli. Vancouver, Viantiane, Warsawa, Washington DC, Wina, Windhock, dan Zagreb.

Sementara pileg pada 6 April akan dilangsungkan di Abuja, Addis Ababa, Ankara, Astana, Athena, Baku, Beirut, BS Begawan, Budapest, Cape Town, Dar Es Salam, Guangzhou, Hanoi, Harare, Ho Chi Minh.Islamabad, Istambul, Karachi, Kota Kinabalu, Kuala Lumpur, Kuching, Lisabon, Madrid, Manila, Marseille, Mexico City, New Delhi, Noumea, Osaka, Penang, Perth, Pnom Penh, Port Moresby, Pretoria, Pyong Yang, Roma, Seoul, Singapura, Taiwan, Tawau, Tokyo, Tunis, Vatikan, Wellington, dan Yangoon.

Menurut Ferry, waktu pemungutan suara di luar negeri sengaja dipilih lebih awal dibanding di dalam negeri. Karena menyesuaikan dengan jadwal libur WNI di masing-masing negara.

Lebih lanjut juga dikatakan, hal ini juga upaya KPU untuk meningkatkan partisipasi pemilih di luar negeri. Sebab, domisili dan kesibukan WNI di luar negeri yang bervariasi, menyebabkan tidak semuanya bisa datang pada 9 April 2014. Bahkan, untuk beberapa negara yang banyak dihuni tenaga kerja Indonesia (TKI), waktu senggang hanya tersedia satu hari saja pada hari libur.

Hari libur di beberapa negara, menurut Ferry juga bervariasi. Untuk sebagian besar negara, Sabtu dan Minggu merupakan hari libur. Namun, untuk negara-negara di Jazirah Arab, hari libur biasanya pada Jumat.

Sebelum penghitungan suara serentak dengan dalam negeri, surat suara yang telah digunakan akan disimpan di kantor perwakilan Indonesia di setiap negara. Menurut Ferry, PPLN bersama panwas akan membuat berita acara untuk menjaga kotak suara.

"Disimpan di perwakilan, digembok. Setiap perwakilan punya satu kunci, ini upaya preventif saja," kata Ferry.

Sesuai dengan DPT Luar Negeri yang ditetapkan per 15 Februari oleh KPU, jumlah pemilih luar negeri adalah 2.025.005 pemilih.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon