10.000 Kacamata Minus Gratis Untuk Anak Indonesia

Senin, 7 April 2014 | 18:20 WIB
DM
YD
Penulis: Dina Manafe | Editor: YUD
Ilustrasi Kacamata Minus
Ilustrasi Kacamata Minus (Istimewa)

Jakarta - Menyambut Hari Anak Nasional pada bulan Juli 2014 mendatang, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (SAT) bekerjasama Yayasan Berani Bhakti Bangsa meluncurkan program "Bright Eyes Bright Future". Program ini memberikan pemeriksaan gratis dan penyaluran kacamata minus gratis kepada 10.000 anak berumur 6-15 tahun.

Peluncuran program ini dilakukan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar bersama President Director Alfamart Feny Djoko Susanto, Managing Director Alfamidi Velina Yulianti, serta Corporate Affairs Director SAT, Solihin, di Sekolah Dasar Negeri Bendungan Hilir 01, 02, dan 03 Jakarta, Senin (7/4). Acara ini dihadiri ribuan siswa SDN Bendungan Hilir dan para pendidik.

Linda Amalia Sari Gumelar mengucapkan terimakasih dan memberikan apresiasi tinggi atas insiatif Alfamart dan Yayasan Berani tersebut. Ia berharap program ini bisa mendorong pihak lain untuk memberikan perhatian dan kepedulian yang sama. Sebab, kata Linda, gangguan penglihatan pada anak dapat menghambat perkembangan anak, sehingga diperlukan upaya penanganan yang cepat dan tepat.

"Dengan mata terang anak bisa belajar dan meraih masa depan dengan baik. Tetapi kalau pun yang sudah minus tidak masalah, yang penting rajin belajar supaya juga berhasil meraih sukses," kata Linda.

Linda juga mengimbau masyarakat, utamanya orang tua atau keluarga untuk lebih peka terhadap kondisi anak. Bisa jadi karena gangguan penglihatan, anak menjadi malas ke sekolah atau belajar.

Anak yang tidak fokus belajar dan nilainya mengecewakan orang tua, kemungkinan karena mengalami gangguan penglihatan. Bila mengalami hal ini secara psikologis anak merasa tidak nyaman.

Tetapi, kadang kondisi ini kurang diperhatikan orang tua. Butuh komunikasi yang baik antara orang tua dan anak untuk mendeteksi lebih awal gangguan penglihatan dan segera lakukan penanganan.

"Saya minta orang tua jangan hanya peduli pada bentuk fisik anak, tetapi juga psikologis dan matanya. Cepat deteksi dan lakukan pemeriksaan jika ditemui kelainan," kata Linda Gumelar.

Solihin mengatakan, program "Bright Eyes, Bright Future" ini bertujuan memfasilitasi anak-anak yang mengalami gangguan dalam penglihatan. Melalui pemeriksaan mata yang kemudian ditindaklanjuti dengan pemberian kacamata, sehingga diharapkan anak-anak dapat memiliki penglihatan yang lebih baik,

Menurutnya, program ini melibatkan partisipasi donasi masyarakat melalui toko Alfa dan Alfamidi sejak 16 Feb sampai 15 Maret 2014. Donasi yang terkumpul melalui toko Alfamart mencapai Rp1,8 miliar dan Alfamida Rp173 juta.

Sementara Yayasan Berani Bhakti Bangsa bertanggungjawab melakukan peneriksaan mata sampai dengan penyerahan kacamata kepada anak-anak yang yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia.

"Kita harapkan tidak hanya sampai 10.000 kacamata, tetapi sebanyak-banyaknya," kata Solihin.

Menurut Solihin, pemeriksaan dan pemberian kacamata dilakukan di beberpaa lokasi, yakni panti asuhan, wilayah pasca bencana alam, dan sekolah tingkat SD sampai SMP yang tersebar di seluruh Indonesia.

Henny Witdarmono dari Yayasan Berani Bhakti Bangsa mengatakan, kesehatan mata di kalagan anak-anak seringkali luput dari perhatian. Gangguan mata pada anak tidak terdeteksi karena kurangnya kepedulian serta lambatnya respon orang-orang terdekat terhadap kondisi penglihatan anak. Di sisi lain pada masyarakat pra sejahtera pemeriksaan mata sulit dilakukan karena keterbatasan biaya.

"Ketika memeriksakan mata baru diketahui bahwa mata sudah tidak dapat bekerja secara maksimal, sehingga membutuhkan bantuan kacamata. Sementara penglihatan berperan penting dalam proses belajar," kata Henny.

Sementara kesehatan mata pun belum termasuk dalam program priorotas kesehatan. Oleh karenanya program ini diharapkan dapat membantu menekan angka kasus gangguan penglihatan. Butuh peran serta pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran pemeriksaan mata.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon