Ukraina Peringatkan Separatis Pro-Rusia
Kamis, 10 April 2014 | 10:21 WIB
Kiev – Pemerintah baru Ukraina, Rabu (9/4), mengeluarkan peringatan keras untuk separatis pro-Rusia yang menduduki sejumlah gedung pemerintahan di bagian timur negeri itu.
Pemerintah Ukraina menyatakan akan melakukan tindakan kekerasan untuk mengusir para separatis.
Hingga berita ini diturunkan, ratusan demonstran masih menduduki beberapa gedung pemerintahan, salah satunya Markas Besar Layanan Keamanan Ukraina di Luhansk, kota paling timur Ukraina.
Para demonstran yang sebagian besar berkemah di luar gedung terus berteriak, "Putin! Putin!" sebagai yel-yel mendukung Presiden Rusia Vladimir Putin.
Menteri Dalam Negeri Ukraina Arsen Avakov mengatakan, kebuntuan yang terjadi di Luhansk dan dua kota tetangganya yang berhaluan Rusia, Donetsk dan Kharkiv, harus diselesaikan dalam dua hari ke depan.
"Saya ingin mengulangi bahwa ada dua pilihan: penyelesaian politik melalui negosiasi atau penggunaan kekuatan. Kami siap untuk dua pilihan itu," kata Avakov kepada wartawan.
Avakov berbicara menyusul aksi pengunjuk rasa anti-pemerintah di Luhansk mendirikan barikade tinggi di sepanjang jalan raya.
Sebelumnya, Layanan Keamanan setempat mengatakan bahwa separatis yang berada di dalam gedung sudah dipersenjatai dengan bahan peledak dan senjata lainnya. Mereka mengizinkan 56 sandera untuk meninggalkan gedung pada malam hari. Seorang juru bicara mengatakan tidak ada lagi sandera di sana.
Namun, Tetyana Pohukay, juru bicara polisi regional membantah pernyataan itu. Seperti dilaporkan kantor berita Interfax, Pohukay menyatakan, memang tidak pernah ada sandera di dalam gedung.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




