Percepat Bangun Tol, Jasa Marga Gandeng 4 Swasta Asing
Rabu, 23 April 2014 | 09:25 WIB
Bali - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menggandeng empat perusahaan swasta asing asal Jepang, Korea Selatan (Korsel), dan Malaysia, untuk kerja sama pengembangan jalan tol di Indonesia. Penandatangan nota kesepahaman (MoU) dilakukan saat pra-konferensi Road Engineering Association of Asia and Australia (REAAA) di Bali 21-23 April 2014.
Perusahaan swasta asing yang bergabung adalah West Nippon Expressway Company Limited dan Japan Expressway International Company Limited dari Jepang, POSCO Engineering & Construction Co Ltd dari Korsel, dan CMS Works International Limited dari Malaysia.
"Penandatangan MoU bertujuan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, guna mempercepat perkembangan jalan tol di Indonesia. Dengan pengalamannya, mereka diharapkan dapat menjadi mitra strategis Jasa Marga dalam mengembangkan jalan tol di Tanah Air," kata Direktur Utama PT Jasa Marga Adityawarman, Selasa (22/4).
Dia menjelaskan, kesepakatan MoU yang pertama dengan pihak swasta asal Jepang membahas mengenai kemitraan dan kerja sama pengembangan jalan tol potensial di Indonesia. Jepang, yang notabene merupakan negara dengan jaringan tol berbasis teknologi, bermaksud mengembangkan usahanya di luar negeri dalam pembangunan serta pengoperasian jalan tol dan usaha terkait lainnya.
Sedangkan penandanganan kesepakatan kedua dengan pihak swasta asing asal Korsel, membahas pengembangan usaha Korsel di luar negeri yang terkait dengan pengoperasian jalan tol dan usaha lainnya.
Adapun pihak swasta asing asal Malaysia, Jasa Marga dan CMS Works International Limited, merupakan pemegang saham sebesar 21% dari PT Marga Kunciran Cengkareng yang memegang konsesi pengusahaan Jalan Tol Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran sesuai PPJT Nomor 06 tanggal 7 Juni 2011.
"Perusahaan patungan ini akan menambah ruang lingkup investasi pengusahaan ruas tol tersebut. Penambahan yang dimaksud adalah penambahan Ruas Daan Mogot-Cengkareng sepanjang ±3,45 km dalam skema investasi Jalan Tol Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran," ungkap Adityawarman.
Dia berharap, MoU dengan pihak swasta asing di tiga negara dapat memberikan konstribusi positif bagi percepatan pembangunan jalan tol di Indonesia, khususnya yang dioperasikan oleh Jasa Marga.
"Selain itu, MOU merupakan bukti serius perseroan dalam membantu program Pemerintah untuk mencapai target pembangunan jaringan infratruktur terutama jaringan jalan tol di Indonesia," tegas Adityawarman.
REAAA merupakan organisasi yang berkecimpung dalam pengembangan teknik jalan yang berdiri sejak 1973, dimana Indonesia menjadi salah satu negara pencetus REAAA. Organisasi ini diwakili oleh 11 negara yaitu Australia, Brunai, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, New Zealand, Filipina, Singapura, Taiwan dan Thailand. Pada tahun ini, Indonesia didaulat menjadi tuan rumah pra-konferensi sekaligus rapat pengurus REAAA yang diselenggarakan di Bali.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




