Laporan Dana Kampanye, PDI-P Masih Berutang kepada Tiga Perusahaan
Kamis, 24 April 2014 | 16:25 WIB
Jakarta - Bendahara Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Olly Dondokambey menyerahkan laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye. Namun dikatakan pengeluaran PDI-P di tingkat pusat lebih banyak ketimbang dana penerimaannya.
"Total pengeluaran kita sebesar Rp 404.730.519.590, sementara dana penerimaan sebesar Rp 395 miliar sekian. Tentunya ada utang, tapi nanti dibayar, karena kuitansi belum ditagih ke kita," ujarnya di Kantor KPU, Kamis (24/4).
Dipaparkan, PDI-P menerima sumbangan dari badan usaha sebesar Rp 20 miliar, sumbangan dari kelompok Rp 7 miliar, sumbangan perorangan Rp 2,9 milyar dan dari 560 caleg dana terbesar untuk membeli atribut dan iklan sebesar Rp 60 miliar sekian.
"Utang PDI-P ada di tiga perusahaan. Mereka adalah perusahaan periklanan, percetakan, dan transportasi, itu yang masih utang, perjalanan kontrak," tambahnya.
Lebih lanjut dikatakan dari segi transportasi yang belum dibayarkan adalah terkait sewa pesawat PT Susi Air dan pesawat komersil Lion Air.
"Tulisan Indonesia Hebat yang di badan pesawat (Lion Air) mereka memberi bonus pemasangan stiker Indonesia Hebat di tubuh pesawatnya tapi kita sewa pesawat mereka. Itu belum dibayar. Tapi, begitu tagihan mereka kirimkan, langsung kita bayar. Dananya sudah ada," tuturnya.
Dengan total penerimaan dan pengeluaran yang dipaparkan maka PDI-P masih berutang sebesar Rp 9.7 miliar.
Ia mengatakan, biaya sewa pesawat itu adalah USD 7.500 dolar per jam. Sementara Olly mengaku, PDI-P menyewa pesawat selama sekitar 20 jam.
Olly mengungkapkan sisa dalam rekening kampanye PDI-P saat ini masih sebesar Rp 4 miliar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




