Kuartal I, Laba Wintermar Naik 30 Persen
Senin, 28 April 2014 | 20:21 WIB
Jakarta - Laba PT Wintermar Offshore Marines Tbk (WINS) selama tiga bulan pertama tahun ini naik 30 persen menjadi US$ 7,6 juta dibandingkan periode sama pada 2013 sebesar US$ 5,83 juta.
Investor Relation Wintermar, Pek Swan Layanto, menjelaskan melalui laporan keuangan Q1/2014 Senin (28/4), kenaikan laba dipicu pertumbuhan pendapatan sebesar 16 persen.
Pada kuartal I tahun ini, pendapatan perseroan tercatat sebesar US$ 45,5 juta, sementara pada periode sama 2013 sebesar US$ 39,17 juta.
Pek Swan memaparkan, pendapatan dari divisi Kapal Milik naik 42 persen year-on-year karena kapal bernilai lebih tinggi yang dibeli pada 2013 mulai memberikan kontribusi.
"Ada satu unit Anchor Handling Tug (AHT) baru yang diterima pada kuartal pertama. Laba bruto Kapal Milik mencatat kenaikan 60% dibandingkan kuartal pertama tahun 2013," jelas Pek Swan.
Namun, pendapatan dari divisi sewa (chartering) turun 7 persen sepanjang Q1/2014 dibandingkan periode sama tahun lalu. Sedangkan laba bruto dari Divisi ini naik 21 persen dibandingkan periode sebelumnya menjadi US$ 1,5 juta dengan marjin 8,8 persen.
"Kami memang memperkirakan bisnis chartering ini menurun karena kami memfokuskan pemasaran untuk kapal-kapal baru dalam armada kami pada tahun ini," jelas Pek Swan.
Pada akhir tiga bulan pertama 2014, total aset perseroan naik menjadi US$ 466 juta dibandingkan US$ 422 juta pada akhir tahun 2013. Nilai tercatat armada perseroan sebesar US$ 294 juta.
Hingga 31 Maret 2014, nilai kontrak yang diperoleh Wintermar sebesar US$ 152 juta. Menurut Pek Swan, semester pertama tahun ini akan didominasi oleh berlangsungnya pemilihan dewan perwakilan rakyat dan pemilihan presiden.
Sehingga perseroan memprediksi berlanjutnya penundaan dimulainya proyek-proyek besar minyak dan gas di tanah air yang membutuhkan persetujuan pemerintah.
"Namun, kami optimis atas prospek jangka panjang aktivitas minyak dan gas, khususnya prospek eksplorasi di konsesi lepas pantai baru yang akan menjadi pertanda baik bagi industri kapal pendukung lepas pantai (offshore support vessel/OSV)," tutup dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




