Baru Kumpulkan Senjata, Jaringan Teror Belum Punya Target Khusus

Rabu, 21 Mei 2014 | 17:13 WIB
FA
B
Penulis: Farouk Arnaz | Editor: B1
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar ketika memberikan keterangan kepada wartawan.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar ketika memberikan keterangan kepada wartawan. (Antara/Reno Esnir)

Jakarta — Jaringan Jamaah Islamiah yang diungkap Densus 88/Antiteror dengan sejumlah barang bukti seperti senjata api rakitan, senjata air gun rakitan, dan barang kimia pembuat bom diyakini belum mempunyai target sasaran yang spesifik.

"Sampai sejauh ini belum bisa ditemukan secara spesifik target-target tertentu yang direncanakan. Tapi, dengan latar belakang mereka dan langkah persiapan, patut diduga mereka akan melakukan tindakan yang membahayakan orang lain," kata Karo Penmas Polri Brigjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri Rabu (1/5).

Polisi mengendus jika mereka baru pada tahap merekrut anggota, baik wajah baru maupun wajah lama, agar mereka siap saat dibutuhkan nanti. Lalu mengumpulkan senjata api dan bahan peledak (iddad) dan meningkatkan kemampuan anggota dengan latihan (tadrib).

"Ini salah satu upaya pencegahan kita dengan melakukan penindakan. Pola kami sudah berubah dan lebih pro aktif mengejar dan menahan pelaku kelompok teroris," sambungnya.

Seperti diberitakan, Densus 88/Antiteror "menghabisi" jaringan teror di sejumlah tempat di Pulau Jawa dalam pekan lalu. Ada 10 orang yang ditangkap di Pulau Jawa dan seorang lagi di Sulawesi Selatan. Dari jumlah itu satu orang tidak cukup bukti dan dilepas.

Yang dilepas adalah Tukimin karena kurang bukti.

Sedangkan sepuluh orang orang yang telah resmi menjadi tersangka dan ditahan itu adalah Ibnu Khaldun alias Sigit alias Rifky, Suyata alias Suyoto alias Yahya, Joko Purwanto alias Galih, dan Badawi Rahman alias Yusril.

Yang lainnya adalah Abdul Rofiq alias Agung, Rohmat Jauhar Arifin alias Nano, Slamet Sucipto alias Pak RT, Muhammad Yusuf alias Kuswoyo, dan Gunawan alias Gun.

Yang terakhir adalah Andi Alkautsar alias Habib yang ditangkap di Wajo, Sulsel pada Jumat (16/5) lalu. Andi mengikuti pelatihan teror di Ambon pada 2002 dan membawa senjata api bersama Abu Uswah untuk diserahkan pada Daeng Koro di Tamanjeka, Poso.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon