Marista Santividya Perkenalkan Koleksi Sepatu Teranyar
Sabtu, 31 Mei 2014 | 12:09 WIB
Jakarta - Nama Marista Santividya mulai terdengar ketika ia diminta mendesain sepatu untuk sebuah peragaan busana yang digelar Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) dalam bagian tribut untuk Robby Tumewu pada tahun 2011. Kala itu, Marista diminta menciptakan sepatu sesuai permintaan para desainer busana. Kini, Marista menggelar sendiri peragaan untuk sepatu rancangannya.
Marista terjun ke dunia rancang sepatu bukan karena tak sengaja. Ia sudah mengenal dunia rancang dan pembuatan sepatu sejak kecil. Nenek dan ibunya sudah lebih dulu menggeluti dunia ini. Terbiasa dengan pembuatan sepatu sejak belia, Marista yang sempat mengenyam pendidikan di jurusan akunting ini memutuskan untuk mendalami lebih lanjut tentang desain sepatu di Italia.
Serius mendalami profesinya, Marista membuka gerai sepatu rancangannya di kawasan prestisius, Kemang, Jakarta Selatan. Awalnya dinamakan Shoe Bar, kini gerai itu diubah konsep dan berubah nama menjadi Shoe etc (baca: syu.i.ti.si).
Setelah tiga tahun menjalani profesi sebagai desain sepatu, menerima pesanan, memantapkan produknya bersama para perajin lokal, dan mengembangkan bisnisnya, Marista baru-baru ini memantapkan langkahnya dengan membuat peragaan kreasi terbarunya, "Le Tropique".
Koleksi untuk Spring/Summer 2014 itu, menurut Marista, terinspirasi dari perasaan terbuai ketika mendengar lagu "Rayuan Pulau Kelapa" yang mendayu namun syahdu. Bila biasanya untuk koleksi musim panas desainer mengeluarkan koleksi berwarna cerah dan terang, tidak dengan Marista. Kesan mendayu dan syahdu tadi mendorongnya membuat koleksi berwarna cenderung gelap, seperti hitam, cokelat, dan hijau tua.
Lagu tadi juga membawanya teringat pada area pantai, dengan debur ombak yang kemudian ia ejawantahkan pada bagian sol bawah sepatu; bunga tropis anggrek yang dibuatnya dari payet untuk mempercantik bagian depan sepatu; rumbai daun kelapa pada penutup punggung telapak kaki, dan lainnya.
Secara garis besar, koleksi teranyar sepatu buatan Marista yang ditampilkan memberi kesan yang elegan dan mudah dipadupadankan dengan busana apa pun. Koleksi sepatunya tidak banyak menggunakan detail-detail yang berlebihan. Marista mengaku banyak mengarahkan desain sepatunya ke desain sepatu Eropa yang mengutamakan kenyamanan dan tidak banyak detail. Cenderung kalem dan menampilkan permainan detail yang manis, dari bahan kristal Swarovski, cutting bagian atas sepatu ala daun pisang, dan renda yang dipayet ulang.
Salah satu hal menarik yang patut dilirik adalah pada sepatu jenis wedges yang solnya dibuat meliuk. Atau sepatu hak tinggi yang haknya diberi tambahan payet senada. Saat ini, permainan bentuk hak sepatu sedang banyak disukai kalangan selebriti dunia. Untuk membuat koleksi dengan jumlah desain 15 buah ini, Marista menggunakan beberapa bahan fabrik, seperti kanvas, suede, satin, dan tenun Sulawesi Tenggara.
Menurut Marista, yang membuat merek sepatunya berbeda dari merek sepatu lainnya adalah pada rangka. "Saat membuat sepatu, saya mengutamakan rangkanya. Supaya mengikuti bentuk kaki, agar nyaman dipakai. Ada patokan-patokan tertentu dari ketinggian hak, dengan bagian lengkung (arch) yang menyangga kaki. Itu yang saya lakukan, supaya pengguna sepatu saya tidak cepat lelah atau sakit saat mengenakan sepatu ini," jelas Marista di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Untuk koleksi sepatu di bawah merek Marista Santividya, tersedia dari harga mulai dari Rp 700.000-4 juta, tergantung bentuk dan kustomisasi. Sementara untuk sepatu lini keduanya yang dibuat untuk perempuan aktif, Shunique, tersedia dari Rp 250.000-600.000. Butik Shoe etc terletak di Jalan Kemang Raya 9E, Jakarta Selatan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




