TNI Diminta Lebih Solid Hadapi Pilpres 2014
Senin, 9 Juni 2014 | 18:55 WIB
Jakarta - Tentara Nasional Indonesia (TNI) diminta untuk dapat terus menjaga kesolidan menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014 mendatang. Dengan demikian, tidak akan menimbulkan kebingungan dan keresahan di masyarakat.
"TNI harus solid dalam menghadapi Pilpres. Jangan antar pimpinan di TNI malah terkesan tidak solid yang berujung publik menjadi bingung dan prajurit jadi bimbang," kata Pengamat Politik UPH Emrus Sihombing, Senin (9/6).
Dalam kesempatan tersebut Emrus berikan tanggapannya terkait kesan yang muncul di publik. Dimana tidak kompaknya antara Panglima TNI dan KASAD dalam menanggapi aksi Babinsa yang memihak salah satu pasangan.
Menurutnya, rezim ketidaknetralan TNI sudah berakhir sejalan dengan berakhirnya Orba. Oleh karena itu, aparat TNI yang paling tinggi hingga Babinsa harus netral dan taat terhadap UU dan perintah atasan.
"Di militer, perintah atasan sama dengan "konstitusi " yang tak tertulis yang harus ditaati dan dilakukan,bukan untuk diperbincangkan," katanya
Ditegaskan, apapun alasannya saat ini tetap tidak boleh dua matahari bersinar sekaligus di TNI.
"Antara KSAD dan Panglima TNI tidak boleh ada perbedaan dalam inplementasi tugas dan tanggung jawab kemiliteran. KASAD harus taat pada Panglima. Panglima taat pada Presiden. Kalau presiden katakan netral ya harus netral," ucapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




