Menteri PU: Ini Peristiwa Langka

Minggu, 27 November 2011 | 04:50 WIB
D
B
Penulis: DAS | Editor: B1
Sebuah mobil tersangkut di tiang jembatan yang ambruk di Sungai Mahakam, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (26/11). Jembatan yang menghubungkan Kota Tenggarong ibukota Kutai Kartanegara dengan Kota Samarinda tersebut ambruk pada Sabtu sore sekitar pukul 16. 30 Wita dan menenggelamkan puluhan kendaraan yang melintas diatasnya.
Sebuah mobil tersangkut di tiang jembatan yang ambruk di Sungai Mahakam, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (26/11). Jembatan yang menghubungkan Kota Tenggarong ibukota Kutai Kartanegara dengan Kota Samarinda tersebut ambruk pada Sabtu sore sekitar pukul 16. 30 Wita dan menenggelamkan puluhan kendaraan yang melintas diatasnya. (Antara/Amirullah)
"Saya belum bisa memberi penjelasan sebab belum menerima laporan teknisnya," kata Djoko.

Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, mengatakan ambruknya Jembatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur adalah peristiwa langka.

"Ini peristiwa langka sebab jembatan baru berusia 10 tahun tetapi bisa runtuh. Jarang ada jembatan berusia 10 tahun bisa runtuh," kata Djoko, di Tenggarong, saat meninjau langsung kondisi jembatan yang ambruk.

Menteri PU datang bersama Menko Kesra, Agung Laksono, dan tiba di lokasi ambruknya jembatan Tenggarong pada Minggu dinihari sekitar pukul 02.12 Wita.

Djoko mengaku belum bisa memberikan penjelasan penyebab runtuhnya Jembatan Tenggarong tersebut.

"Saya belum bisa memberi penjelasan sebab belum menerima laporan teknisnya," kata Djoko.

Minggu pagi ini, tim Badan Penelitian Kementerian PU akan datang ke Tenggarong, untuk menyelidiki penyebab runtuhnya jembatan yang menghubungkan Kota Samarinda dengan Kutai Kartanegara tersebut.

"Pagi ini sekitar pukul 06.00 Wita tim akan meninggalkan Jakarta dan kemungkinan tiba di sini (Tenggarong) sekitar pukul 10.00 Wita," kata Djoko.

Jembatan Tenggarong. Kutai Kartanegara ambruk pada Sabtu sore sekitar pukul 16. 30 Wita.

Empat orang ditemukan tewas, sementara 33 orang lainnya menderita luka-luka dan hingga saat ini 10 orang masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AM Parikesit Tenggarong serta dua orang dirawat di RSUD AW Sjahranie Samarinda.

Informasi yang berhasil dihimpun hingga Minggu dinihari menyebutkan, terdapat 16 orang yang dilaporkan keluarganya hilang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon