KPU: Distribusi Logistik Pilpres Sudah Mencapai 95%
Senin, 23 Juni 2014 | 23:03 WIB
Jakarta - Komisioner KPU Arief Budiman mengatakan, distribusi logistik untuk Pilpres 2014 berupa distribusi surat suara sudah mencapai 95%. Diharapkan, distribusi bakal rampung sebelum target waktu yang telah ditetapkan, yakni 26 Juni 2014.
"Distribusi rata-rata mungkin sudah 95 persen. Logistik yang lainnya, bahkan sudah lebih awal didistribusikan, seperti segel, tinta, hologram, formulir. Itu semua cetakan yang tidak perlu menunggu ditetapkannya pasangan calon. Kalau surat suara, mau tidak mau dicetak setelah pasangan calon ditetapkan," kata Arief, di Jakarta, Senin (23/6).
Menurutnya, hanya Jabar dan Jatim yang distribusi surat suaranya belum selesai jika dibanding dengan provinsi-provinsi lainnya. Distribusi surat suara di Jabar baru 93 persen, dan Jatim 98 persen.
"Untuk surat suara sudah 100 persen, kecuali Jabar (93 persen) dan Jatim (98 persen). Jadi 98 persen sudah selesai semua. Distribusi hampir semua sudah 100 persen.Hanya beberapa (provinsi) yang baru mencapai 90 persen, 96 persen 88 persen. Itu laporan hingga tadi siang. Menurut saya, sore ini bahkan sudah 100 persen semua," ujarnya.
Arief mengatakan KPU memasang target distribusi surat suara sudah rampung pada akhir bulan ini sebelum akhirnya penyelenggara pemilu di tingkat Kabupaten/Kota mensortir, dan melakukan pengepakan lima hari sebelum hari pemilihan yang jatuh pada 9 Juli 2014 ke kecamatan-kecamatan.
"Tanggal segitu sudah harus sampai ke kecamatan, tapi saya ingin ini lebih cepat di kabupaten/kotanya. Nanti kabupaten/kota ke kecamatan sudah sangat dekat (waktu), tapi kalau dari pabrik ke kabupaten/kota itu mesti harus melalui pesawat, kapal, truk. Tapi kalau dari kabupaten/kota ke kecamatan itu mengirimnya bisa pakai mobil kecil," ujarnya.
Mengenai potensi kerusakan surat suara yang nantinya ditemukan di lapangan, Arief mengatakan, pihaknya perlu memverifikasi terlebih dulu informasi yang masuk sebelum mengambil tindakan untuk menambah produksi untuk menutup kekurangan surat suara yang rusak.
"Yang rusak itu harus disimpan dahulu untuk nantinya akan dimusnahkan. Harus disaksikan oleh KPU, Bawaslu, Kepolisian. Apabila memungkinkan pasangan calon juga akan kami undang. Dari kita, Kalau kerusakan dari pabrik mereka yang menanggung, kalau kerusakan dari kita, kita yang tanggung. Misalkan kerusakan pada saat dikirim kena banjir, itu kita yang tanggung," ujarnya.
Dirinya juga mengungkapkan, KPU telah mengirim surat suara ke sejumlah negara namun, Arief mengaku belum mengetahui secara pasti hasil monitoring surat suara yang didistribusikan keluar ngeri. "Sudah terkirim, hanya sampai kemana, kita belum monitoring. Tapi sudah keluar dari Indonesia semua," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




