Psikolog: Jangan Marahi Anak dengan Ekspresi Datar
Selasa, 24 Juni 2014 | 14:20 WIB
Jakarta - Sikap orangtua dan orang-orang yang terdekat dengan anak akan sangat mempengaruhi kecerdasan emosionalnya. Hal itulah, mengapa anak perlu dituntun secara emosi untuk mengetahui apa yang dirasakannya dan memahami emosi orang lain. Menurut Anna Surti Ariani atau Nina, psikolog anak, anak akan bisa membedakan emosi, serta menggunakan emosi untuk mengarahkan pemikiran dan perilaku dengan baik.
"Anak harus mengenali emosi diri sendiri terlebih dahulu sebelum akhirnya mengelola emosi tersebut dengan baik. Jadi, tugas orangtua adalah memperkenalkan anak-anak dengan ekspresi emosi sejak dini. Jangan mengapresiasi atau memarahi anak dengan muka yang datar," kata Nina pada acara Biskuat Persembahkan Gerakan Pohon Kebaikan di Jakarta, Selasa (24/6).
Dengan mengenalkan beberapa ekspresi emosi, anak akan belajar dan mengetahui bentuk-bentuk emosi. Mulai dari senang, sedih hingga marah. Dijelaskan Nina, kecerdasan emosional seseorang masih akan meningkat pada usia dewasa melalui pelatihan dan pengaruh yang tepat.
"Kecerdasan emosional cenderung berubah karena terpengaruh orang-orang terdekat. Seiring waktu berjalan, kecerdasan emosional dapat berubah setara dengan orang-orang terdekat," katanya.
Dengan begitu, bila orangtua ingin anaknya tumbuh menjadi pribadi yang sabar dan bisa mengelola emosinya dengan baik, maka ia harus tunjukkan kesabaran dan kehangatan kepada anak. Jangan ciptakan perasaan tertekan yang bisa menimbukan emosi negatif kepada sang anak.
"Langkah awal yang harus dilakukan adalah dengan mengharmoniskan hubungan keluarga dengan secara rutin mengajak keluarga beraktivitas bersama-sama," kata Nina.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




