DKI Dapat Hibah Truk Sampah Lagi dari Swasta

Senin, 14 Juli 2014 | 10:25 WIB
DP
B
Penulis: Deti Mega Purnamasari | Editor: B1
Truk sampah milik Pemprov DKI Jakarta yang melanggar jam operasional ditahan Dishub Kota Bekasi.
Truk sampah milik Pemprov DKI Jakarta yang melanggar jam operasional ditahan Dishub Kota Bekasi. (Suara Pembaruan/Mikael Niman)

Jakarta - Pemprov DKI Jakarta kembali menerima hibah truk sampah dari corporate social responsibility (CSR). Dengan bertambahnya hibah truk sebanyak dua unit ini, tercatat tahun ini DKI menerima 75 unit truk sampah dari pihak swasta.

Beberapa perusahaan yang tahun ini menghibahkan truk-truknya ke DKI adalah dari Taipei Economic and Trade Office (TETO) sebanyak 2 unit, PT Gaya Makmur Mobilindo 2 unit, Bank Mandiri 3 unit, Perhimpunan Pengusaha Indonesia Tionghoa 53 unit, dan Petrillum Assosiation sebanyak 13 unit. Terbaru adalah PT Summarecon Agung, yang menghibahkan sebanyak 2 unit truk sampah dan diterima secara langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Senin (14/7).

Kebutuhan truk sampah yang cukup besar di DKI juga membuat Basuki berkesimpulan bahwa sejak dulu sampah-sampah yang menggunung di DKI tidak diangkut dengan benar. Terbukti dengan jumlah truk yang tidak mencukupi hingga saat ini.

"Kenapa tiba-tiba DKI sekarang tidak cukup truk sampah? Ada persoalan berarti. Kan, dulu diswastakan, berarti yang diswastakan itu, tidak mengelola dengan betul," kata Basuki usai menerima dua truk hibah tersebut di Balai Kota, Jakarta, Senin (14/7).

Pengelolaan sampah di DKI saat ini sudah tidak lagi diberikan kepada swasta dan dikelola langsung oleh DKI. Dengan demikian, Basuki pun menganggap wajar tiba-tiba ada keterkejutan atas kekurangan armada pengangkut sampah.

"Kita selalu membuang sampah dari sungai. Jangan-jangan sampah kita kamu (swasta pengelola sampah) cemplungin ke sungai. Saya bayar kamu 2 kali, sudah nyapu dibayar, cemplungin dibayar. Dari sungai diangkut, masukin lagi bayar," kata Basuki.

Keuntungan lain yang didapat dengan adanya hibah truk ini, kata Basuki, ia bisa mengetahui harga satuan setiap armada yang diberikan. Seperti yang dihibahkan saat ini, per unitnya adalah Rp 637 juta. Dengan demikian jika pihaknya akan membeli sendiri, maka harus sama atau mirip dengan itu sehingga jika membeli banyak bisa mendapatkan potongan harga.

Di samping membeli barang, dalam membayar para pekerja pun semestinya mereka dibayar per bulan dengan jaminan bersih. "Harusnya, saya tidak mempekerjakan orang dihitung berapa ton sampah dari sini. Tapi saya hitung, ini seluas begini, di perumahan ya, ini butuh berapa orang kerja? Misalnya kita butuh seluas ini butuh 3 orang kerja. Kita bayar dia per bulan, dia harus jamin bersih," jelasnya.

Pola itulah, kata Basuki yang akan digunakan ke depan sehingga nantinya jika pengelolaan diberikan kepada swasta lagi. DKI sudah memiliki standar yang harus dijalankan oleh mereka.

Sementara itu, Director PT Summarecon Agung, Adrianto P Adhi mengatakan, selain sebagai warga DKI, pihaknya menyumbang karena untuk mewujudkan program CSR perusahaannya.

"Intinya, kami ingin berpartisipasi di DKI agar lebih baik, bersih dan kami ingin jadi warga yang baik berkontribusi terhadap kebersihan DKI. Ini perwujudannya," ujarnya.

Ia mengatakan, truk sumbangannya akan disimpan di Jakarta Utara dan langsung dikoordinasikan dengan wali kota setempat. Truk tersebut juga cukup canggih, dengan tangki yang bisa diturunkan sehingga sesuai dengan kebutuhan truk sampah di DKI.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon