PT Pelni Optimalkan Pelayanan dan Kualitas Perjalanan Kapal Penumpang
Jumat, 18 Juli 2014 | 13:33 WIB
Jakarta - Menjelang H-10 Lebaran, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) mengoptimalkan pelayanan, kualitas, dan kemananan perjalanan penumpang yang akan melakukan mudik menggunakan sarana transportasi laut. Menjelang H-15 sampai H+15 Lebaran tahun ini, Pelni mengerahkan seluruh armada kapal penumpang berbagai tipe sebagai alternatif para penumpang pesawat udara yang saat ini tarifnya mengalami kenaikan cukup drastis.
Manajer Coorporate Secretary PT Pelni Rina Trianasari mengatakan, Pelni sudah melakukan berbagai persiapan dalam menjelang arus mudik dan arus balik Lebaran. "Ada 25 kapal penumpang yang kami intensifkan melayani berbagai rute perjalanan ke seluruh Indonesia, itu sudah termasuk kapal-kapal tambahan untuk mengantisipasi lonjakan pemudik yang diperkirakan mencapai 3%," ujar Rina di Jakarta, Jumat (17/7).
Rina mengatakan, ada kenaikan penumpang dari 708.272 menjadi 729.520 pada tahun 2014 ini. "Memang ada peningkatan, terutama sebagai dampak naiknya harga tiket pesawat dan kecelakaan yang dialami transportasi penerbangan baru-baru ini," jelas Rina.
Rina mengungkapkan, untuk wilayah yang termasuk paling padat jumlah penumpangnya adalah rute menuju wilayah timur dan tengah Indonesia. "Rute terpadat pada peak session Lebaran ini adalah ke Kalimantan, seperti Sampit, Balikpapan, dan Kutai, bahkan ada satu kapal yang melayani perjalanan menuju dan dari Sampit setiap harinya," ungkap Rina.
Namun, Rina mengungkapkan ada kenaikan harga tiket (termasuk tiket ekonomi) pada 1368 rute yang Pelni layani selama ini dengan kenaikan berkisar 5-20 persen yang sudah diberlakukan sejak tanggal 15 Mei 2014 lalu. "Kenaikan ini merupakan penyesuaian harga karena kenaikan biaya operasional dan untuk meningkatkan kualitas pelayanan penumpang selama perjalanan di kapal," lanjut Rina.
Rina memberi contoh rute Tanjung Priok menuju Belawan berubah dari Rp 346.000 menjadi Rp 408.00 atau naik 17%, dan untuk rute terjauh, seperti Ambon menuju Balikpapan mengalami kenaikan dari Rp 314.000 menjadi Rp 501.000.
"Penyesuaian tarif ini untuk mengurangi beban operasional perusahaan dan meningkatkan kualitas pelayanan pada 19 kapal yang mendapat subsidi dari pemerintah," kata Rina.
Peningkatan pelayanan tersebut meliputi menu makanan, pelayanan kebersihan yang lebih diperhatikan, tempat tidur yang lebih nyaman, dan penambahan kafetaria dengan merek-merek terkenal untuk menambah kenyamanan penumpang kapal.
Terkait pemesanan, Rina mengatakan sampai saat ini belum bisa online dan masih menggunakan sistem manual. "Sistem booking dan pembayaran masih harus melalui call center kami ataupun melalui kantor kami di Kemayoran, tetapi bisa juga memalui travel agent perjalanan dengan perbedaan harga tidak terlalu jauh dari harga resmi kami," jelas Rina.
Calon penumpang bisa melihat jadwal keberangkatan secara online di situs resmi Pelni. "Untuk perjalanan KM Kelud ada uji coba e-ticketing untuk tujuan Belawan Medan sejak awal tajun 2014 dan evaluasinya cukup berhasil, mungkin ke depannya akan semua rute bisa melayani pemesanan online seperti pesawat terbang dan kereta api," ungkap Rina.
Selain kenyamanan penumpang hal lain yang perlu diperhatikan dalam arus mudik adalah masalah keamanan selama perjalanan. Pelni Port Operational Room Capt. Mohamad Djauhari mengatakan dalam Pelni sudah mengikuti standar baku pelayanan penumpang Internasional dan ketentuan dari pemerintah.
"Kami mengikuti ketentuan maksimal jumlah penumpang, namun ada dispensasi 30% dari batas maksimal penumpang pada momen situasional seperti lebaran," jelas Djauhari.
Djauhari yang merupakan mantan nakhoda hampir seluruh kapal Pelni mengungkapkan, dari 25 kapal penumpang yang disiagakan tersebut terdiri dari kelas 3000, kelas 2000, dan kelas 1000. "Ada dua armada tipe 3000 (KM Labobar dan KM Nggapulu),10 kapal tipe 2000, 9 kapal tipe 1000, 3 kapal tipe 500, serta 1 kapal roro, total ada 28 kapal (tiga di antaranya kapal barang ekspedisi)," jelas Djauhari.
Ditambahkan Djauhari, Pelni juga terpilih menjadi operator mudik gratis dengan kapal 3 in1 KM Ciremai jurusan Tanjung Priok-Tanjung Mas (Semarang) yang merupakan program Kementerian Perhubungan. "Perawatan kapal laut juga selalu rutin kami lakukan setiap tahun, kapal penumpang harus docking untuk merawat mesin sesuai regulasi yang ada," kata Djauhari.
Djauhari memberi contoh salah satu kapal tertua yang masih melayani perjalanan hingga saat ini, yaitu KM Umsini yang beroperasi perdana pada tahun 1984 (30 tahun) namun kondisinya tetap prima karena perawatan dan pergantian suku cadang yang dipasok dari pabrik di Jerman dilakukan secara rutin dan menyeluruh. "Kami harap perjalanan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini berjalan dengan aman dan penumpang bisa sampai ke tempat tujuan dengan selamat tanpa kurang satu apapun," tutup Djauhari.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




