Ini Jawaban Eva Sundari Soal Plintiran Pernyataan Pengerahan Massa

Sabtu, 19 Juli 2014 | 19:02 WIB
MS
YD
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: YUD
Eva Sundari, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
Eva Sundari, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. (Antara)

Jakarta - Anggota Tim Pemenangan Jokowi-JK, Eva Kusuma Sundari, membantah pemberitaan di sebuah portal online yang sahamnya dimiliki Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie, soal pengerahan massa kubu Jokowi-JK ke Gedung KPU, Jakarta, pada 22 Juli mendatang.

"Wawancara yang dimuat Vivanews pada 17 Juli terkait aksi turun jalan tanggal 22 Juli menimbulkan kesan saya mendukung ide tersebut (pengerahan massa)," kata Eva di Jakarta, Sabtu (19/7).

Aslinya, kata Eva, di dalam wawancara itu, dirinya menjelaskan ada aspirasi para relawan Jokowi-JK untuk mengerahkan massa pada 22 Juli.

"Tetapi saya juga tekankan bahwa saya tidak setuju ide tersebut. Saya mendapat informasi bahwa pendukung Prabowo-Hatta juga akan melakukan hal yang sama pada waktu yang sama. Sehingga, saya justru melobi Ketua Tim Pemenangan Nasional agar mengeluarkan himbauan ke pendukung-pendukung Jokowi untuk memantau pengumuman KPU dari pos atau rumah masing-masing," beber Eva.

Kekhawatiran itu didasarkan pada informasi bahwa ada aksi borong baju kotak-kotak yang dibagikan ke kelompok-kelompok non Jokowi. Aksi ini berlangsung di Surabaya, DI Yogyakarta, dan Jakarta. Buktinya, muncul kelompok perempuan yang menamakan diri Srikandi Revolusi Mental membagi takjil dan selebaran mengajak menolak Pilpres, menyerbu KPU dengan berkostum kotak-kotak dan bertopi garuda merah.

"Sehingga memang sejak awal posisi saya tidak setuju pengerahan massa dan saya gembira ketika Pak Jokowi juga berposisi yang sama," tegas Eva.

"Dengan perhitungan real count KPU yang mendukung kemenangan Jokowi-JK, lebih baik pendukung bertindak hati-hati dengan tidak merusak kesempatan tersebut. Jokowi menghimbau para pendukung merayakan kemenangan di rumah atau pos masing-masing secara tenang."

"Sikap demikian selaras dengan himbauan Ketua Tim Pemenangan Nasional yang menegaskan bahwa pihak Jokowi-JK percaya penuh ke lembaga-lembaga negara seperti KPU, Kepolisian, TNI untuk menjaga ketertiban pada 22 Juli," tambahnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon