SBY Ingatkan Rakyat Mewaspadai Munculnya Gerakan Radikal
Minggu, 14 September 2014 | 17:55 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan seluruh rakyat Indonesia mewaspadai berbagai gerakan radikal yang kini muncul di Tanah Air, belakangan ini.
Kepala Negara mengatakan, rakyat tidak boleh "ternina bobo" atau terlena dengan berbagai peristiwa yang terjadi di luar negeri, seperti merebaknya aksi kekerasan yang dilakukan kelompok radikal yang menamakan diri Negara Islam di Irak dan Suriah (Islamic State of Iraq and Syria/ISIS) atau Islamic State (IS).
"Seolah-olah yang berbahaya itu di luar negeri, di Timur Tengah. Tapi kalau kita tidak waspada dan tidak melakukan sesuatu yang tepat, bisa juga terjadi di negeri kita tindakan kekerasan seperti itu," kata Kepala Negara saat memimpin rapat terbatas bidang Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Minggu (14/9).
Rapat yang membahas tentang perkembangan terkini terkait isu ISIS dan Rancangan Undang Undang (RUU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), yang kini sedang dibahas di DPR.
Hadir dalam rapat itu, Wakil Presiden (Wapres) Boediono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Agung Laksono, Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Sudi Silalahi, dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam.
Presiden mengatakan, pada Sabtu (13/9), aparat kepolisian berhasil menggagalkan upaya kelompok radikal yang melibatkan Warga Negara Asing (WNA) asal Turki, yang terdiri atas A Basyit, A Bozoghlan, A Bayram, dan A Zubaidan.
Keempat warga negara Turki yang ditangkap Tim Detasemen Khusus 88 antiteror Mabes Polri di Desa Marantale, Kecamatan Siniu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, kini ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua Depok. Mereka diduga terkait kelompok teroris Santoso.
"Saya juga mengikuti ada sejumlah tindakan kepolisian yang berhasil untuk menggagalkan gerakan-gerakan yang masih ingin melakukan aksi-aksi kekerasan," katanya.
Oleh karena itu, kata SBY, meskipun ini hari libur, tetapi tetap berkukuh mengajak para menteri serta pejabat terkait melakukan sesuatu bahwa negeri ini berada dalam keadaan yang baik.
"Mari kita dengan serius melakukan sesuatu untuk memastikan negara kita tetap dalam keadaan yang baik, rakyat kita tetap mendapatkan perlindungan atas keamanan dan ketentraman hidupnya," kata SBY.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




