Publik Tuntut Kapolri Tindaklanjuti Kasus Kekerasan Wartawan

Rabu, 14 Desember 2011 | 19:45 WIB
RN
B
Penulis: Ratna Nuraini | Editor: B1
Aksi melawan kekerasan pers (ilustrasi)
Aksi melawan kekerasan pers (ilustrasi) (Antara)

Tindak kekerasan yang menimpa Dance Henukh, jurnalis Rote Ndao News, mengundang simpati berbagai kalangan. Salah satunya, Ikatan Alumni Siswa Sekolah Jurnalisme Indonesia (IKA SJI). 


Koordinator Wilayah Parade Nusantara NTT Devis A Karmoy mengatakan,  IKA SJI Sulsel dalam pekan ini berencana menggelar aksi damai untuk menuntut tindak lanjut dari aparat berwenang terkait penungkapan dan penuntasan aksi kekerasan terhadap wartawan tersebut.    "Teman-teman di IKA SJI Sulsel bakal menggelar aksi damai, pekan ini, menuntut Kapolri Jenderal Timur Pradopo agar segera memerintahkan jajarannya untuk 

menindaklanjuti kasus yang menimpa pekerja pers di Rote Ndao News, Dance Henukh," tandasnya. 


Rencana aksi tersebut, menurut Devis, bahkan telah disampaikan ke Ketua Umum Parade Nusantara Sudir Santoro. Diketahui, pada Sabtu (10/12) dan Senin (12/12), rumah jurnalis tabloid mingguan Dance Henukh dilempari bom oleh kelompok massa tertentu. Ditengarai, karena belakangan media tersebut tengah mengkritisi penggunaan Alokasi Dana Daerah (ADD) dan proyek pembangunan rumah translokasi yang bernilai Rp3,1 miliar. 


Dampak lanjutan aksi kekerasan tersebut, Gino Novidri Henukh, anak kandung Dance yang baru berusia satu bulan dan tengah menderita sakit, meninggal dunia. "Dia (Gino) sedang demam tinggi saat bom itu meledak di rumah. Mungkin dia terkejut mendengarnya," ujar Dance, sebelumnya kepada Beritasatu.com. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon