Lagi, Jurnalis Dibungkam di Rote Ndao
Jumat, 16 Desember 2011 | 13:46 WIB
Wartawan Harian Umum Erende Pos Endang Sidin mengaku disekap dan menerima ancaman pembunuhan dari seorang pegawai di bawah dinas tertentu di Rote Ndao.
Satu-satunya wartawan perempuan di Kabupaten Rote Ndao itu mengaku, akibat insiden tersebut dirinya terpaksa mendapatkan perawatan medis karena syok.
"Saya diancam oleh Jhon Therik, anggota Satpol PP Pemda Rote Ndao. Hal itu mengakibatkan saya tidak bisa meninggalkan tempat saya bersembunyi, di salah satu ruangan di Gedung Pemda, selama 30 menit," katanya, hari ini, saat mengisahkan kejadian yang dialaminya pada Kamis (15/12), kepada Beritasatu.com, melalui layanan pesan singkat.
Endang menambahkan, dia akhirnya berhasil meninggalkan gedung Pemda setelah diselamatkan oleh anggota lantas dari Polres Rote Ndao. Sebelum terbebas dari incaran JT, yang menunggunya di depan ruang Sekda Pemda Rote Ndao, Endang sempat meminta bantuan kepada anggota DPD dan Kapolda NTT.
Dia memaparkan, ancaman JT itu terkait dengan dugaan penyelewengan dana proyek pengerasan jalan di Desa Kuli, Rote Ndao, NTT, yang bernilai sekitar Rp187 juta. Sejak menerima ancaman tersebut, Endang mengaku telah melaporkannya ke Polres setempat.
"Tapi Kapolres hanya mengatakan akan menindaklanjuti. Dan akhirnya, sekarang, kejadian seperti kemarin itu terulang lagi. Saya kembali mendapatkan ancaman," katanya, sambil menjelaskan, ancaman hari ini diterima sekitar 30 menit lalu.
Endang merupakan satu dari tiga wartawan di Rote Ndao yang pada Rabu (14/12) telah melaporkan sejumlah ancaman yang diterimanya ke Polres Rote Ndao. Ketika itu, Endang datang bersama Dence Henukh dan Ishak Doris.
Sebelumnya, Dence juga menjadi korban teror bom yang dilakukan pihak tertentu di Desa Kuli. Akibatnya, kediaman Dence yang dilempari bom molotov terbakar hingga rata dengan tanah. Peristiwa itu juga mengakibatkan putri bungsu Dence yang tengah menderita sakit dan dirawat di rumah tersebut pun meninggal dunia. Dance sendiri tengah menurunkan laporannya tentang dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan pembangunan rumah Translokasi di Desa Kuli tersebut.
Satu-satunya wartawan perempuan di Kabupaten Rote Ndao itu mengaku, akibat insiden tersebut dirinya terpaksa mendapatkan perawatan medis karena syok.
"Saya diancam oleh Jhon Therik, anggota Satpol PP Pemda Rote Ndao. Hal itu mengakibatkan saya tidak bisa meninggalkan tempat saya bersembunyi, di salah satu ruangan di Gedung Pemda, selama 30 menit," katanya, hari ini, saat mengisahkan kejadian yang dialaminya pada Kamis (15/12), kepada Beritasatu.com, melalui layanan pesan singkat.
Endang menambahkan, dia akhirnya berhasil meninggalkan gedung Pemda setelah diselamatkan oleh anggota lantas dari Polres Rote Ndao. Sebelum terbebas dari incaran JT, yang menunggunya di depan ruang Sekda Pemda Rote Ndao, Endang sempat meminta bantuan kepada anggota DPD dan Kapolda NTT.
Dia memaparkan, ancaman JT itu terkait dengan dugaan penyelewengan dana proyek pengerasan jalan di Desa Kuli, Rote Ndao, NTT, yang bernilai sekitar Rp187 juta. Sejak menerima ancaman tersebut, Endang mengaku telah melaporkannya ke Polres setempat.
"Tapi Kapolres hanya mengatakan akan menindaklanjuti. Dan akhirnya, sekarang, kejadian seperti kemarin itu terulang lagi. Saya kembali mendapatkan ancaman," katanya, sambil menjelaskan, ancaman hari ini diterima sekitar 30 menit lalu.
Endang merupakan satu dari tiga wartawan di Rote Ndao yang pada Rabu (14/12) telah melaporkan sejumlah ancaman yang diterimanya ke Polres Rote Ndao. Ketika itu, Endang datang bersama Dence Henukh dan Ishak Doris.
Sebelumnya, Dence juga menjadi korban teror bom yang dilakukan pihak tertentu di Desa Kuli. Akibatnya, kediaman Dence yang dilempari bom molotov terbakar hingga rata dengan tanah. Peristiwa itu juga mengakibatkan putri bungsu Dence yang tengah menderita sakit dan dirawat di rumah tersebut pun meninggal dunia. Dance sendiri tengah menurunkan laporannya tentang dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan pembangunan rumah Translokasi di Desa Kuli tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




