Dewan Pers dan AJI Nilai Polisi Lamban
Jumat, 16 Desember 2011 | 17:06 WIB
Ketua bidang Etika dan Pengaduan Masyarakat di Dewan Pers Agus Sudibyo mengatakan, sebelum terjadi peristiwa intimidasi dan pembakaran rumah jurnalis Rote Ndao News Dance Henukh, beberapa jurnalis di sana telah melaporkan ancaman tersebut kepada polisi. Tapi, hal itu tidak mendapat tanggapan serius.
"Dance dan teman-temannya sudah melaporkan tindakan intimidasi ke Polres Rote Ndao dan bahkan sudah menyebut nama orang yang mengintimidasinya, tapi polisi tidak melakukan tindak pengamanan dengan alasan belum cukup bukti," ujar Agus dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (16/12).
Dance diduga mendapat teror dan intimidasi terkait dengan kegiatannya menulis tentang dugaan korupsi bernilai miliaran rupiah yang melibatkan seorang lurah.
Agus mengatakan untuk menindaklanjuti kasus kekerasan terhadap Dance tersebuh, Dewan Pers bekerja sama dengan Polri akan segera membentuk Tim Pencari Fakta untuk menginvestigasi kasus ini.
Putri Dance, Gino Novitri Henukh yang baru berusia satu bulan, meninggal Sabtu lalu akibat syok saat beberapa orang tak dikenal membakar rumah Dance di Rote Ndao.
Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Eko Maryadi mengatakan sampai hari ini Dance masih berada di persembunyian dan terpisah dari keluarganya. "Yang pasti Dance sekeluarga masih sangat syok dan ketakutan karena masih ada ancaman dan teror," ujarnya.
Eko juga menyesalkan pernyataan Kapolres Rote Ndao AKBP Widiatmono yang mengatakan bahwa yang terjadi pada Dance adalah peristiwa kebakaran biasa dan putri Dance meninggal karena sakit.
"Padahal saat kejadian Kapolres sedang tida berada di Rote Ndao, bagaimana mungkin dia bisa bicara seperti itu," ujarnya.
Eko mengatakan bahwa Polri harus turun tangan karena sepertinya baik Polres Rote Ndao maupun Polda NTT sudah tidak mampu menangani intimidasi yang terjadi terhadap jurnalis di wilayah tersebut.
"Jika Polri tidak bisa menjanjikan keseriusan dalam mengusut kasus ini, maka AJI akan kirim tim investigasi sendirit ke Rote Ndao untuk melihat situasi sebenarnya," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




