Korban Penculikan Boko Haram Mengaku Diperkosa
Selasa, 28 Oktober 2014 | 02:06 WIB
Anak-anak gadis dan wanita dewasa yang diculik kelompok militan Boko Haram di Nigeria mengaku telah diperkosa atau dipaksa menikahi anggota kelompok itu meskipun masih di bawah umur, menurut kesaksian para korban yang dimuat dalam laporan organisasi hak asasi manusia Human Rights Watch.
Dalam laporannya, berjudul "Those Terrible Weeks in the Camp: Boko Haram Violence Against Women and Girls in Northeast Nigeria," (Pekan-pekan mengerikan di kam: kekerasan Boko Haram terhadap wanita dan anak gadis di timur laut Nigeria), Human Rights Watch memperkirakan bahwa kelompok militan itu telah menculik sekitar 500 wanita dan anak gadis sejak 2009.
Awal tahun ini, Boko Haram menculik 276 gadis sekaligus dari sebuah sekolah dasar di kota Chibok. Penculikan massal ini mengundang kecaman dari dunia internasional dan hanya 57 korban yang bisa lolos, sementara 219 lainnya masih belum ditemukan.
Human Rights Watch mewawancarai 12 korban dan mendapat informasi bahwa pemimpin Boko Haram Abubakar Shekau bertanggung jawab atas penculikan tersebut, dengan dalih sebagai balasan atas penahanan para anggota keluarga Boko Haram oleh pemerintah Nigeria.
Dalam video tahun 2012, Shekau mengatakan: "Karena anda menahan para wanita kami, maka tunggu saja apa yang akan menimpa wanita-wanita anda, pada istri-istri anda menurut hukum Syariah."
Namun ada motif lain dalam penculikan itu, yaitu menghukum para wanita yang sekolah. Salah satu korban, yang diculik ketika sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah, mengatakan bahwa ketika para militan memergoki dia dan teman-temannya, mereka berucap: "Aha! Ini orang-orang yang kami cari. Jadi kalian ini orang yang keras kepala untuk bersekolah, sementara kami telah bilang bahwa ‘boko’ itu ‘haram.’" Boko Haram terjemahan kasarnya adalah "pendidikan barat itu dosa."
Menurut hasil wawancara, Boko Haram tidak memandang usia korbannya saat memaksa menikahi mereka. Seorang tawanan berusia 17 tahun protes bahwa dia belum cukup umur untuk menikah, lalu seorang komandan Boko Haram menunjuk ke putrinya sendiri yang masih berumur 5 tahun: "Kalau dia sudah menikah tahun lalu, dan tinggal menunggu masa pubertasnya untuk terwujud, bagaimana bisa orang seumurmu bilang terlalu muda untuk menikah?"
Salah satu wanita lainnya mengaku diperkosa pada tahun 2013 di sebuah kam Boko Haram dan bahwa para wanita lain terutama istri-istri komandan Boko Haram juga melecehkan tawanan.
"Saya berbaring pura-pura sakit karena tidak mau dinikahi. Ketika pria yang telah membayar mahar memaksakan kehendaknya, istri komandan menjaga di pintu gua dan menonton ketika pria itu memperkosa saya," ujarnya kepada Human Rights Watch.
Korban lain yang baru berusia 15 tahun mengaku dipaksa menikahi seorang komandan Boko Haram setelah diculik pada 2013.
"Setelah kami dinyatakan menikah, saya dipaksa tinggal di gua dia, namun saya berhasil menghindar. Dia lalu mengancam dengan pisau dan memaksa berhubungan seks. Waktu saya menolak, dia mengeluarkan senjata api dan mengancam membunuh jika saya berteriak. Sejak itu dia memperkosa saya setiap malam."
Para korban diperkosa dalam konteks pernikahan paksa, atau karena mereka non-Muslim.
Seorang korban penculikan berusia 12 tahun bersaksi bahwa Boko Haram tidak memandang agama korban ketika menculik.
Yang lain mengatakan dua anggota Boko Haram menyamar sebagai polisi dam setelah itu teman-teman mereka datang untuk menculik.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




